REPUBLIKA.CO.ID, Zikir secara berjamaah diselenggarakan Republika untuk menyambut datangnya tahun baru.
Selama satu dekade, Republika mengajak umat Islam untuk melaksanakan zikir bersama sebagai bentuk alternatif perayaan pergantian tahun. Ajakan itu kembali berlanjut di pengujung 2012.
Direktur Pemberitaan Republika, Ikhwanul Kiram Mashuri, mengatakan pergantian tahun pada hakikatnya akan dialami dan dijalankan umat Islam.
Selain itu, tahun baru atau pergantian tahun akan datang dan datang lagi. Di saat bersamaan, dalam setiap pergantian tahun umur manusia akan bertambah dan menua.
Sayangnya, kata dia, sudah menjadi tradisi di Indonesia dan dunia pergantian tahun selalu diperingati dengan hal-hal yang sifatnya mubazir. “Misalnya, menyalakan kembang api, petasan, pesta, hura-hura, atau kebut-kebutan di jalan,” ungkap Kiram.
“Perayaan pergantian tahun atau Tahun Baru dimanfaatkan dengan kegiatan positif, seperti merenung, muhasabah, istighfar, bertobat, dan sebagainya.”
Republika selama satu dekade terakhir ingin menawarkan alternatif lain merayakan pergantian tahun baru dengan hal positif. “Kami berinisiatif merayakan dengan zikir yang dimulai sejak Isya hingga tibanya pergantian tahun,” kata dia.
Yang menggembirakan, lanjut Kiram, anak muda yang menghadiri Dzikir Nasional Republika setiap tahunnya terus bertambah.
“Kami melihat, semakin banyak anak muda pergi ke masjid untuk mendengarkan tausiyah, berzikir, bahkan ada yang tinggal di masjid hingga pagi. Mereka benar-benar berniat untuk merayakan pergantian tahun dengan positif,” ungkapnya penuh syukur.
Tema Dzikir Nasional Republika selalu berbeda setiap tahun. Tema disesuaikan dengan kondisi bangsa. Saat bangsa Indonesia didera berbagai musibah, kelurga besar Republika mengajak umat Islam untuk merenungkan berbagai bencana alam yang terjadi di Tanah Air.
Harapannya, renungan tersebut mengajak umat Islam untuk melestarikan lingkungan guna mencegah terjadinya musibah. “Tahun ini, kami berharap, karena masalahnya ekonomi, kami akan mengangkat pentingnya kesejahteraan masyarakat,” kata Kiram.
Akan hadir sejumlah tokoh nasional, antara lain, Menteri Agama Suryadharma Ali, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siradj, Ketua Dewan Masjid At-Tin Maftuh Basyuni, Anggota DPR Hidayat Nurwahid, Ustaz Bachtiar Nasir, Ustaz Tengku Zulkarnaen, Ustaz Fadzlan Gharamatan, dan Ustaz Toto Tasmara.
Tokoh-tokoh tersebut akan memberikan tausiyah sebelum ditutup dengan zikir yang dipimpin oleh Ustaz Abdul Syukur. Juga akan hadir Gubernur DKI Jakarta Jokowi.
Sebelumnya, Senin (31/12) siang, akan diisi dengan acara donor darah, parade diskusi, dan bincang kesehatan ala Rasullah SAW. Selepas zikir, akan ditutup dengan parade 100 beduk. “Kami harapkan kehadiran umat Islam, meramaikan, menghadiri acara zikir nasional bersama Republika,” undang Kiram.