REPUBLIKA.CO.ID, Mustahil orang-orang yang rajin berzikir melakukan korupsi, zalim, dan berbuat dosa. Dia sadar Allah melihat dan selalu mengawasinya.
Bagi Ustaz Toto Tasmara, zikir amalan yang sangat mudah dilakukan dan pahalanya luar biasa.
Pendiri Labmend (Lembaga Bina Manajemen Dakwah) ini menyebut zikir sebagai sentral keimanan, yakni selalu mengingat, menyebut nama Allah, dan berusaha keras berperilaku sesuai yang diinginkan Allah.
''Makna berzikir sebagai ekspresi cinta, kerinduan pada Ilahi. Karena kita pasti akan kembali kepada Allah, dan ingin bertemu dengan Allah. Maka itu, sebagai ekspresi kerinduan ini dilakukan dengan cara selalu mengingat-Nya,'' ungkap Toto.
Makna lain dari berzikir, kata Ustaz Toto Tasmara, sesuai dengan Alquran Surah Qaf ayat 16 bahwa Allah lebih dekat dari urat leher. Dari ayat tersebut, lanjut dia, betapa Allah sangat dekat dan selalu menjaga umatnya yang selalu mengingat Allah.
“Oleh karena itu, mustahil orang-orang yang rajin berzikir melakukan korupsi, zalim, dan berbuat dosa. Dia sadar Allah melihat dan selalu mengawasinya,” tegasnya.
Berzikir pun membuat hati tenang dan pikiran jernih. Hal ini dijelaskan di QS al-anfal ayat 2, dengan mengingat Allah bergetar hatinya, bertambah kuat imannya, dan bertawakal kepada Allah.
''Kalau zikir dilakukan dengan sungguh-sungguh akan berpengaruh pada pikiran dan tindakan. Kita mengingat Allah, dan apabila Allah sudah mencintai kita, Dia akan membukakan jalan yang dikehendaki-Nya,'' kata Pendiri Pesantren Al-Maghfirah, Cibodas, Jawa Barat ini.
Sayangnya, kata Ustaz yang sempat berdakwah di Amerika Serikat ini, zikir yang dilakukan sekarang ini masih banyak yang sebatas ritual. Zikir sebagai upacara yang hanya diucapkan, tanpa ada pemahaman, penghayatan, dan pengamalan. “Akibatnya, zikir yang dilakukan tidak akan menambah motivasi dan ridha Allah.”