Selasa 08 Jan 2013 23:16 WIB

Menpora Bentuk Tim untuk Satukan IPL & ISL

Rep: Satria Kartika Yudha/ Red: Karta Raharja Ucu
Pejabat sementara (Pjs) Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Agung Laksono.
Foto: Republika/Yasin Habibi
Pejabat sementara (Pjs) Menteri Negara Pemuda dan Olahraga, Agung Laksono.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pejabat sementara Menpora, Agung Laksono membentuk tim guna mencari solusi penyatuan kompetisi ISL dan IPL.

Tim yang juga dibentuk untuk menyelesaikan polemik di tubuh Timnas Indonesia itu berisi Haryo Yuniarto (Ketua BOPI), Widjajanto (CEO PT LPIS), Sihar Sitorus (Komite Eksekutif PSSI), Saleh Mukadar (Deputi Sekjen Bidang Kompetisi PSSI), Djoko Driyono (CEO PT Liga Indonesia), serta dua staf Kemenpora Djoko Pekik dan Tunas Widarto.

Agung mengizinkan kompetisi Indonesia Premier League (IPL) dan Indonesia Super League (ISL) bergulir. Namun, izin tersebut bertujuan untuk penyatuan liga pada 2014 mendatang.

ISL yang selama ini di bawah naungan dan pengawasan KPSI, ditegaskan Agung, harus berada di bawah yurisdiksi PSSI. Hal tersebut sebagai salah satu upaya penyatuan dengan IPL yang berada di bawah PSSI.

Pria yang juga menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat itu mengakui tak mudah merealisasikan agar LSI bisa berada di bawah yurisdiksi PSSI. Atas alasan itulah Agung memutuskan membentuk tim baru tersebut.

"Tim ini yang akan merumuskan formulasi bagaimana agar LSI berada di bawah yurisdiksi PSSI," kata Agung di Kantor Kemenpora, Senayan, Selasa (8/1) malam.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement