Ahad 28 Jul 2013 20:36 WIB

Pemuda Muhammadiyah Kecam Aksi Kekerasan Tak Berperikemanusiaan Militer Mesir

Seorang pendukung Presiden Mursi meratapi rekannya yang tewas diterjang peluru aparat keamanan Mesir dalam tragedi berdarah di Nasr City, Kairo, Sabtu (27/7).
Foto: AP/Hassan Ammar
Seorang pendukung Presiden Mursi meratapi rekannya yang tewas diterjang peluru aparat keamanan Mesir dalam tragedi berdarah di Nasr City, Kairo, Sabtu (27/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --- Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Saleh Partaonan Daulay mengecam tindak kekerasan yang tak berperikemanusiaan yang dilakukan militer Mesir kepada warga sipil.

"Apa pun alasannya, tindak kekerasan oleh militer mesin yang menyebabkan korban jiwa dari warga sipil tidak bisa diterima karena melanggar prinsip-prinsip universal kemanusiaan," kata Saleh Partaonan Daulay melalui pesan singkatnya di Jakarta, Minggu.

Saleh meminta dunia internasional untuk segera mengambil langkah-langkah cepat dalam rangka menyelamatkan warga Mesir yang saat ini terancam. Menurut dia, sengketa politik yang ada semestinya diselesaikan dengan cara-cara damai, santun, dan beradab.

Selain itu, Saleh juga meminta pemerintah Indonesia segera melakukan diplomasi di tingkat internasional dalam rangka mencari solusi bagi penyelesaian krisis Mesir.

Selain dengan dunia internasional, Indonesia juga bisa melakukan pembicaraan-pembicaraan khusus dengan negara-negara Islam. Menurut Saleh, sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim, maka Indonesia bisa mengambil peran-peran strategis.

"Pemerintah Indonesia tidak cukup hanya menyampaikan prihatin dan berbelasungkawa. Krisis Mesir perlu diselesaikan segera. Karena militernya sudah melampaui batas, maka dunia internasional sudah bisa ikut campur demi keselamatan warga Mesir" tuturnya.

Saleh mengatakan dunia internasional sudah sepatutnya berpihak pada kepentingan rakyat Mesir, apalagi, proses demokratisasi di Mesir sudah mulai tumbuh.

Menurut dia, apabila kezaliman militer tidak dihentikan maka akan berdampak buruk bagi masa depan politik Mesir dan bisa menjadi preseden.

"Pada akhirnya, siapa pun yang terpilih dalam pemilu, akan dengan mudah digulingkan oleh militer," ujarnya.

sumber : Antara
Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement