Senin 21 Apr 2014 10:07 WIB

Warga Waykanan Robohkan Sekolah untuk Tutup Jalan Berlubang

Jalan rusak
Foto: Republika
Jalan rusak

REPUBLIKA.CO.ID,BANDAR LAMPUNG--Warga Kampung Sukadana Kecamatan Buaybahuga sepakat merobohkan bangunan sekolah tidak dipergunakan untuk menutupi jalan berlubang guna memperlancar transportasi mereka.

"Bangunan sekolah SDN 1 Sukadana itu ada satu lokal dan terdiri dari tiga ruangan, separuhnya roboh saat hujan lebat dan angin kencang, separuhnya lagi sengaja dirubuhkan berdasarkan keputusan bersama masyarakat," ujar warga setempat Hudi Rahman, di Buaybahuga Waykanan, Senin.

Ruangan sekolah tersebut, demikian Hudi menjelaskan, memang sudah tidak berfungsi sehingga berdasarkan kesepakatan bersama dirobohkan dan puing-puingnya digunakan untuk menutup jalan berlubang.

"Setiap Jumat pagi, warga kampung kami bergotong royong untuk mengatasi jalan sepanjang kurang lebih dua kilometer tersebut," kata Hudi lagi.

Kegiatan gotong royong itu berlangsung hampir tiga bulan sehubungan untuk mempermudah akses transportasi masyarakat.

"Jalan diperbaiki tersebut memang rusak parah, kalau hujan tidak bisa dilewati, sudah banyak mobil bermuatan hasil bumi nyangkut atau patah gardan jika melewati jalan itu," kata Hudi.

Ketua DPD Generasi Muda Kesatuan Penerus Perjuangan Republik Indonesia (Garuda KPP RI) Waykanan Heri Amanudin membenarkan sejumlah ruas jalan berlubang ada di daerah itu.

"Di Kecamatan Negeriagung Kabupaten Waykanan misalnya, akan menyerupai kolam lumpur jika hujan turun deras sehingga cukup menyulitkan pengguna jalan," ujar Heri yang mengaku pernah tercebur di genangan air berlumpur karena jalan dimaksud licin.

Sejumlah warga daerah itu mengatakan jalan rusak seperti di depan SMPN2 Negeriagung tersebut berlangsung lama, lebih dari tiga tahun.

"Dari Stasiun Negeriagung hingga Tugu Meriam cukup banyak jalan berlubang tergenang air bercampur tanah," ujar Heri pula.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Waykanan Supri Iswan mengatakan fakta jalan rusak tersebut tidak bisa dipungkiri, namun demikian, pembangunan jalan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Waykanan juga ada.

Karena itu, Supri meminta media juga menginformasikan pembangunan dilakukan di daerah dipimpin Bupati Bustami Zainudin dan Raden Nasution Husin.

Bupati Bustami dalam berbagai kesempatan menyatakan kerusakan jalan di daerahnya akibat tingginya pergerakan ekonomi mengangkut hasil bumi masyarakat, seperti karet dan sawit.

Karena itu, bupati meminta pemerintah pusat tidak membedakan kualitas jalan di daerahnya dengan di pulau Jawa.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement