Jumat 25 Apr 2014 15:50 WIB

Wow... 1.250 Calon Dokter Mendaftar di Daerah Terpencil di Australia

Red:
abc news
abc news

REPUBLIKA.CO.ID, AUSTRALIA -- Seperti halnya di Indonesia, daerah pedalaman Australia pun seringkali kesulitan dokter. Namun, baru-baru ini ada program nasional untuk penempatan dokter di daerah perdesaan dan terpencil yang mendapat respons baik dari mahasiswa muda jurusan kedokteran.

Program nasional tersebut bernama John Flynn Placement Program (JFPP) dan ditangani oleh Sekolah Tinggi Kedokteran daerah Pedesaan Australia (Australian College of Rural and Remote Medicine).

Tahun ini, sudah ada 1.250 mahasiswa kedokteran di Australia yang ingin mendaftar untuk berpartisipasi dalam program teresbut. Padahal, hanya ada 300 yang akan diterima.

Para mahasiswa tersebut akan bekerja dengan sejumlah mentor di kawasan terpencil untuk mengatasi masalah kurangnya tenaga dan memperbaiki kualitas layanan kesehatan masyarakat setampat.

Tom Scodellaro, pemuda berusia 22 tahun asal Kota Melbourne, berpartisipasi dalam program ini tahun lalu. Ia menghabiskan beberapa minggu di kawasan Townsville, bekerja dengan Layanan Kesehatan Aborigin dan Penduduk Asli Kepulauan.

Ia bercerita bahwa pengalaman tersebut sangat bermanfaat bagi perkembangan dirinya, baik secara pribadi maupun dalam hal profesinya. Saat menjalani penempatan tersebut, Ia dibantu oleh dokter-dokter setempat.

"Tujuannya, anda terus kembali ke komunitas yang sama dan membangun jaringan. Jadi, saat anda selesai belajar, mungkin anda bisa kembali ke tempat itu, dan anda mendapat pengalaman yang amat positif," katanya.

Profesor Richard Murray, Ketua Australian College of Rural and Remote Medicine yang bermarkas di James Cook University, Townsville, mengatakan bahwa siswa-siswa yang berpartisipasi sudah ditempatkan di daerah-daerah terpencil di setiap negara bagian di Australia, pulau Christmas, Pilbara, dan juga divisi Antartika Australia.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement