Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

Thursday, 14 Jumadil Awwal 1444 / 08 December 2022

14 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Lapan: Supermoon Sebabkan Pasang Maksimum di Laut

Selasa 27 Apr 2021 15:38 WIB

Red: Ani Nursalikah

Lapan: Supermoon Sebabkan Pasang Maksimum di Laut. Fenomena Bulan Supermoon atau super Pink Moon menghiasi langit Kota Lhokseumawe, Aceh, Selasa (27/4/2021). Menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) fenomena Pink Supermoon yang melintasi langit Indonesia dengan jarak dekat dengan Perige (garis edar suatu benda langit yang terdekat dengan bumi) 357.616 kilometer itu adalah fenomena pertama di antara dua supermoon tahun 2021.

Lapan: Supermoon Sebabkan Pasang Maksimum di Laut. Fenomena Bulan Supermoon atau super Pink Moon menghiasi langit Kota Lhokseumawe, Aceh, Selasa (27/4/2021). Menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) fenomena Pink Supermoon yang melintasi langit Indonesia dengan jarak dekat dengan Perige (garis edar suatu benda langit yang terdekat dengan bumi) 357.616 kilometer itu adalah fenomena pertama di antara dua supermoon tahun 2021.

Foto: Antara/Rahmad
Supermoon atau purnama perigee (purnama terdekat) terjadi malam ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin mengatakan supermoon atau purnama perige (purnama terdekat) dapat menyebabkan pasang maksimum di laut.

"Tidak ada dampak signifikan, selain pasang maksimum di laut, kalau tidak disertai cuaca buruk di laut," kata Thomas saat dihubungi Antara, Jakarta, Selasa (27/4).

Baca Juga

Supermoon atau purnama perigee (purnama terdekat) terjadi malam hari pada 27 April 2021. Bulan saat di perige terjadi pada 22.22 WIB. Menurut Thomas, bila disertai gelombang tinggi di laut, pasang maksimum bisa berdampak banjir rob yang melimpas lebih jauh di daerah pantai.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), saat purnama perige terjadi, ukuran bulan menjadi lebih besar 14 persen dari saat purnama apoge. Kecemerlangannya juga akan lebih cemerlang 30 persen dibandingkan saat purnama apoge.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile