Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

Sunday, 3 Jumadil Awwal 1444 / 27 November 2022

3 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Jimly Asshiddiqie Sampaikan Pesan Kepemimpinan dalam Khutbah Idul Adha

Sabtu 04 Oct 2014 04:42 WIB

Rep: c78/ Red: Hazliansyah

Warga menaiki anak tangga saat akan mengikuti shalat Jumat di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta, Jumat (3/10). Pelaksanaan shalat idul adha dimasjid ini akan digelar pada Sabtu (4/10), dengan khatib Jimly Asshidiqie.

Warga menaiki anak tangga saat akan mengikuti shalat Jumat di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta, Jumat (3/10). Pelaksanaan shalat idul adha dimasjid ini akan digelar pada Sabtu (4/10), dengan khatib Jimly Asshidiqie.

Foto: Republika/Tahta Aidilla

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang juga Ketua Badan Pembina Yayasan Pesantren Islam (YPI) Al-Azhar, Jimly Asshiddiqie bertindak sebagai khatib dalam shalat Idul Adha di Masjid Agung Al-Azhar, Jakarta, Sabtu (4/10). 

Dalam khutbahnya, Jimly mengusung tema “Pemimpin yang Berkeadilan”. Di dalamnya, ia banyak menyinggung soal semangat berbagi dan solidaritas sosial yang dikaitkan dengan situasi pergantian kepemimpinan di Indonesia yang sudah di ambang pintu. 
Kepada jamaah, ia mengajak agar seluruhnya move on. “Yang menang jangan larut dalam perasaan kemenangan, yang kalah jangan terbenam dalam kecewa,” katanya. 
Karenanya, jelang pelaksanaan sumpah jabatan Presiden dan Wakil Presiden atas pemilu 2014 dalam sidang umum MPR pada 20 Oktober mendatang, masyarakat harus mensyukurinya. 
Umat Islam, lanjut dia, harus menjadi contoh tentang semangat memberi dan berbagi sebagaimana hikmah yang dapat kita petik di Idul Adha ini. Dalam proses itu, Jimly mengajak agar masyarakat Islam memberikan kewajiban kurban lebih dari seharusnya, dan mengambil hak tidak lebih dari yang semestinya. Sikap inilah yang mesti ditumbuhkan dan ditradisikan dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara dan berbangsa di mana moral dan etika menjadi yang utama.
“Sikap ini berlaku bagi siapapun, termasuk bagi siapa saja yang aktif berburu jabatan, kekayaan dan kepentingan politik,” kata dia. 
Masing-masing dari kita, lanjut dia, jangan sampai menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan sendiri. Seperti contoh Nabi Ibrahim yang mengutamakan perintah Allah ketimbang rasa sayangnya terhadap anaknya, Ismail. 
Jimly pun mengajak jamaah agar menikmati ruang kebebasan dalam demokrasi untuk membangun keadilan dan sekaligus mempererat solidaritas sosial sesama Muslim dalam semangat ukhuwah Islam. 
Sebab dengan begitu, ruang demokrasi yang bebas dan berintegritas akan terjaga. Dengan //ukhuwah Islamiyah// pula, masyarakat dapat memastikan pemimpin baru ke depannya akan membawa bangsa Indonesia ke dalam struktur kehidupan sosial yang berkeadilan berdasarkan pancasila dan UUD 1945. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 

TERPOPULER

Kesultanan Mughal dan Dominasi Inggris di India

Ahad , 27 Nov 2022, 00:00 WIB

 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile