Senin 23 Feb 2015 19:47 WIB

Jika Hatta Ketum Lagi, PAN Buntung, Demokrat Untung

Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat.
Foto: Blog
Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Demokrat.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kongres Partai Amanat Nasional (PAN) yang sebentar lagi digelar ternyata dapat mempengaruhi konstelasi politik antara kubu Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

KMP dan KIH dinilai justru tidak akan mendapatkan "keuntungan" apa-apa jika Hatta Rajasa kembali memimpin PAN. "Ini disebabkan sikap hatta yg lebih Jawa dari orang Jawa (pakewuh)," kata Dosen Fisip Univ Muhammadiyah Tangerang Abdul Rahman Syahputra dalam keterangan tertulisnya, Senin (23/2).

Menurutnya, selama di bawah komando Hatta, PAN di DPR justru jadi partai "sapi ompong" reformasi. "PAN total di bawah kendali Presiden SBY selama 2 periode," ungkapnya.

 

Dia menambahkan, suara anggota DPR asal PAN tidak boleh berbeda dengan suara pemerintah kala itu, meskipun itu menyangkut isu strategis hajat hidup orang banyak.

Menurut Syahputra, jika Hatta kembali memimpin, sangat mungkin PAN kembali di bawah bayang-bayang Demokrat. Karena, lanjut dia, sikap "pakewuh" Hatta ke SBY inilah yg akan menjadikan PAN dan Demokrat sebagai koalisi baru, kadang bisa ke KMP dan kadang bergabung ke KIH.

Demokrat, lanjut dia, memang sedang mencari kawan koalisi baru. "Di bawah subordinat Demokrat, cita- cita PAN untuk mendapatkan suara 2 digit akan semakin jauh panggang dari api."

Pemilihan kepala daerah, ungkap Syahputra, juga akan ditentukan kalkulasi sikap politik Demokrat. "Koalisi baru ini (Demokrat dan PAN) justru sangat menguntungkan Demokrat. Karena yg lebih dominan justru SBY-nya bukan Hatta sebagai ketum PAN," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement