REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie optimistis dapat menggolkan usul hak angket untuk menyelidiki keputusan Manteri Hukum dan Hak Asasi Manusia terhadap perselisihan Partai Golkar.
"Kami sudah menghitung peta partai-partai politik di parlemen, karena itu kami optimis dapat menggolkan usul hak angket," kata Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) DPR RI kubu Aburizal Bakrie Ade Komaruddin di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Rabu (1/4).
Menurut Ade Komaruddin, semua partai politik anggota Koalisi Merah Putih (KMP) siap mendukung usul hak angket, meskipun suara dari Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tidak utuh 100 persen.
Partai-partai lain di KMP, kata dia, sudah komit untuk mendukung usulahak angket secara utuh, yakni Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).
Karena itu, kata dia, kuncinya ada pada Partai Demokrat yang memposisikan diri sebagai penyeimbang antara dua koalisi yakni KMP dan KIH. Menurut Ade, jika Partai Demokrat mendukung secara utuh usulan hak angket, diyakini usul hak angket dapat diproses di DPR RI, untuk menyelidiki keputusan Menteri Hukum dan HAM terhadap
perselisihan Partai Golkar.
"Pimpinan Partai Golkar akan bertemu dengan Pak SBY (Ketua Umum Partai Demokrat)," katanya.
Ade menambahkan, pimpinan Partai Golkar kubu Aburizal akan terus melakukan pertemuan-pertemuan dengan pimpinan partai politik anggota KMP.