REPUBLIKA.CO.ID, MANCHESTER--Pelatih Manchester City Manuel Pellgerini mengkambinghitamkan hukuman atas pelanggaran Financial Fair Play (FFP) yang diterima timnya. AKibat hukuman tersebut, City tak dapat merekrut pemain bintang musim ini dengan jor-joran.
City hanya bisa menghabiskan 49 juta pound di bursa transfer musim lalu. Manajemen the Citizens menghabiskannya untuk mendatangkan Eliaqium Mangala dan Fernando yang belum layak disebut pemain bintang.
Pellegrini menilai semua tim besar harus selalu mendatangkan pemain bintang setiap tahun. Hal itu dilakukan untuk meningkatkan skuat.
"City sulit untuk datangkan pemain baru musim lalu. Tapi itu harus dilakukan untuk meningkatkan skuat. Semua tim besar melakukan itu, bukan hanya City," kata pelatih asal Cile itu dikutip Manchester Evening News, Senin (6/4).
Jelang bursa transfer, Pellegrini tetap fokus pada laga City selanjutnya di Liga Primer. Sebab persangan empat besar liga itu sangat ketat dan berat. Apalagi posisinya digeser Arsenal dan Manchester United.
"Saya harus selesaikan musim ini. Kompetisi empat besar sangat sulit. Saya harus analisa kebutuhan klub sebelum membeli pemain baru," kata Pellegrini.
Kini City harus rela ketinggalan sembilan poin dari sang pemuncak klasmen Chelsea yang menyisakan delapan pertandingan.