Senin 29 Jun 2015 12:34 WIB

Ini Teori Baru Hilangnya Pesawat MH370

Rep: Lida Puspaningtyas/ Red: Bilal Ramadhan
Tiga bulan sudah pencarian pesawat MH370 belum ada hasilnya
Foto: Reuters
Tiga bulan sudah pencarian pesawat MH370 belum ada hasilnya

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Teori baru muncul terkait penyebab hilangnya Malaysia Airlines MH370 lebih dari satu tahun lalu, Senin (29/6). Pihak berwenang mencurigai 221 kg baterai ion lithium yang ada di dalam pesawat. Teknisi penerbangan dan pilot Bruce Robertson menduga kargo yang berisi baterai terbakar ketika terbang.

"Hal ini membuat asap karbon monoksida yang mematikan, memenuhi kabin," kata dia dalam situsnya, dikutip New Daily, Senin (29/6).

Menurut Robertson, kopilot Fariq Abdul Hamid memutar arah pesawat ke barat dan memulai upaya pendaratan. "Namun Fariq meninggal karena gas dan pesawat secara otomatis mengambil alih kendali beberapa jam berikutnya," kata dia.

Ia juga menduga bahwa pesawat jatuh jauh di utara situs pencarian saat ini. Robertson mengatakan pesawat menabrak Samudra Hindia Selatan barat dari Zenith Plateau, sekitar 21 derajat selatan, 103 derajat timur.

"Terlalu banyak waktu dan uang yang terbuang sia-sia di barat Perth," katanya. Sebelumnya, tim ahli matematika juga mengatakan bahwa Boeing 777 tersebut menghilang pada sudut 90 derajat.

Pesawat yang membawa 239 orang itu hilang pada 8 Juni 2014. Pencarian dilakukan di barat Perth Australia dengan menggunakan kapal pendeteksi sonar hingga saat ini. Belum ada penemuan signifikan dari upaya pencarian tersebut.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement