Jumat 17 Jul 2015 18:42 WIB
Penyerangan Masjid di Papua

Penyerangan Masjid di Papua, Ini Kata Prabowo Subianto

Rep: C03/ Red: Ilham
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto melambaikan tangan ketika berjalan menuju ruang tunggu setibanya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/1). (Antara/Widodo S. Jusuf)
Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto melambaikan tangan ketika berjalan menuju ruang tunggu setibanya di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/1). (Antara/Widodo S. Jusuf)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menyayangkan tindakan sekelompok orang yang melakukan penyerangan terhadap jamaah yang hendak melakukan shalat Idul Fitri di salah satu masjid yang terletak di Kabupaten Tolikara Papua, Jumlat (17/7).

Meski demikian, dia menghimbau agar terlebih dulu memastikaan kabar tersebut. Ia mengatakan, agar seluruh masyarakat Indonesia khususnya umat muslim tak mudah terpancing hingga menimbulkan pertikaian sesama anak bangsa.

"Kita selalu ingin sejuk damai jangan terpancing orang-orang yang ingin menimbulkan permusuhan dan kecurigaan saya kira itu, kita prihatin itu, tapi kita cek dulu apa benar-benar dibakar atau kosleting, jadi jangan mudah terpancing," kata Prabowo saat bersilaturahmi di kediaman Ketua umum Golkar Abu Rizal Bakrie.

Prabowo tak lama berada di rumah Ical. Setelah mengucapkan selamat lebaran pada kolega poitiknya di Koalisi Merah Putih (KMP) itu, dia langsung berpamitan. Sementara itu, saat ditanya tentang kondisi politik di KMP, Prabowo enggan memberikan komentar.

"Jangan politik, ini momennya Idul Fitri, yang sejuk-sejuk saja yang damai," tuturnya.

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengatakan, inti persoalan adalah jemaat nasrani merasa terganggu dengan speaker masjid umat Muslim yang akan melakukan shalat ied. Umat Nasrani mengklaim suara speaker yang dipasang di tengah lapangan menggangu ketenangan umum.

Mereka kemudian meminta umat Muslim untuk membubarkan kegiatan shalat ied tersebut. Hal itu berujung pada perang mulut antara kedua kubu. Saat itulah kelompok nasrani melempari masjid dengan api hingga terbakar.

Selain Masjid, dilaporkan enam rumah dan 11 kios dilaporkan ikut terbakar. Kepolisian setempat sudah mengamankan kondisi dan terus menyelidiki latar belakang persoalan. Selain itu, kepolisian juga menghimbau masyarakat Tolikara dan sekitaranya untuk menahan diri dan tidak terprovokasi dengan isu yang beredar.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement