Kamis 20 Aug 2015 19:00 WIB
Engeline Tewas

Berkas Kasus Engeline Masih P19

Rep: C07/ Red: Djibril Muhammad
Margriet Christina Megawe (tengah) menggendong Engeline.
Foto: Ist
Margriet Christina Megawe (tengah) menggendong Engeline.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pendamping hukum dari P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Kota Denpasar, Siti Sapurah mengatakan berkas kasus Engeline sampai saat ini masih P19.

"Berkas kasus Engeline terkait ibu tirinya, Margariet Megawe masih P19 di Polda Bali," jelas Siti kepada Republika, Kamis (20/8).

Sebelumnya, penyidik Polresta Denpasar melakukan pemeriksaan terhadap keluarga Margriet, di antaranya, Margriet Megawe, Yvonne Megawe, dan Christine Megawe, Rabu (19/8). Pemeriksaan berlangsung sekitar lima jam di Polresta Denpasar, Bali.

Perlu diketahui berkas tersebut selama ini tertunda akibat pengajuan praperadilan ibu tiri Engeline, Margriet Megawe yang menjadi tersangka.

Praperadilan ibu tiri Engeline, Magriet Megawe juga sudah ditolak karena tidak bisa membuktikan dalil-dalil (argumentasi) terkait kasus pembunuhan bocah tersebut.

Engeline dilaporkan hilang pada (16/5) namun ia ternyata ditemukan dikubur di pekarangan belakang rumah ibu angkatnya pada 10 Juni 2015. Setelah ada penyidikan oleh polisi dinyatakan Engeline sudah dibunuh sejak ia dilaporkan hilang.

Pada awal penyidikan, tersangka Agus mengaku yang sudah memperkosa dan membunuh Engeline. Namun pernyataan tersebut ia ganti karena diancam oleh Margriet dan menurutnya yang membunuh Engeline adalah Margriet sendiri.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement