REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Cina mengamankan kembalinya seorang tersangka utama korupsi dari Inggris, kata pengawas antikorupsi Cina, Kamis (14/1).
Tersangka itu merupakan tersangka terbaru dari 100 tersangka di luar negeri yang dipulangkan saat dilakukannya tindakan keras melawan korupsi. Pemerintah pada tahun lalu mengungkap sebuah inisiatif yang disebut "Sky Net" untuk mengatur usaha memulangkan para pejabat yang korup dengan lebih baik, dan menerbitkan daftar tersangka yang menjadi subjek "pemberitahuan merah" Interpol, sebuah instrumen yang dekat dengan surat perintah penangkapan internasional.
Chen Yijuan, seorang anggota Partai komunis dan mantan pegawai anak perusahaan milik negara, China Mobile, yang melarikan diri ke Inggris pada 2013, kembali ke Cina dan menyerah, ujar Komisi Pusat Inspeksi Kedisiplinan (CCDI) dalam sebuah pernyataan dalam jaringan.
"Di bawah ancaman langkah hukum dan tekanan kebijakan, Chen Yijuan akhirnya memilih untuk kembali ke Cina dengan sendirinya dan menyerahkan diri kepada pihak berwenang," ujar pernyataan tersebut.
Chen yang berusia 40-an itu diduga melakukan pencucian uang. Dia merupakan tersangka pertama Sky Net dari provinsi Hunan yang kembali dan menjadi orang ke-20 dari daftar 100 tersangka yang telah diamankan Cina.