Selasa 19 Jan 2016 00:27 WIB

Ini Pasal yang Menjerat Tersangka Malapraktik Terhadap Allya Siska

Rep: C30/ Red: Bayu Hermawan
Kombes Pol Krishna Murti
Foto: JAK TV
Kombes Pol Krishna Murti

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Polda Metro Jaya telah menetapkan Randal Cafferty sebagai tersangka kasus malapraktik di klinik Chiropratic di Pondok Indah Mal, yang menewaskan Allya Siska Nadya pada 7 Agustus 2015.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Krishna Murti mengatakan Randal dijerat dengan empat undang-undang, yakni keimigrasian, ketenagakerjaan, praktek kesehatan dan pasal kelalaian yang mengakibatkan meninggalnya seseorang.

Krishna menjelaskan, visa yang dimiliki pelaku diketahui hanya sebatas kunjungan bisnis. Namun ternyata Randal justru bekerja sebagai tenaga kesehatan secara ilegal. Padahal, untuk menjadi seorang dokter di Indonesia harus melewati beberapa prosedur terlebih dahulu.

"Dia surat rekomendasi dari Meteri Kesehatan saja tidak ada, surat pengantar dari negerinya tidak ada, surat izin praktek juga tidak ada, fatalnya korban juga meninggal," ujarnya.

(Baca juga: 'Subhanallah...Meski Sudah Lama Dimakamkan, Jenazah Allya Masih Utuh')

Randal ditetapkan sebagai tersangka setelah pihak kepolisian melakukan autopsi terhadap jenazah Allya. Pihak kepolisian terpaksa menggali kembali makam Allya, untuk mengetahui ada tidaknya bukti telah terjadinya malapraktik.

Dari hasil autopsi ditemukan dapat dipertemukan dan hasilnya cocok. Ada pembuluh darah di bagian belakang leher Allya yang pecah usai terapi.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement