REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menyebut salah satu staf ahlinya, Sunny Tanuwidjaya, memiliki hubungan dengan DPRD DKI. Hubungan itu dalam rangka penelitian yang dilakukan Sunny.
Pria yang akrab disapa Ahok tersebut mengatakan, Sunny juga berhubungan dengan sejumlah politisi dan pengusaha. Sebab, kata dia, Sunnny sedang melakukan penelitian disertasi.
"(Sunny kenal sama Sanusi?) Kenal karena dia pengen dengerin sikap DPRD ke Ahok. Dia lagi buat kajian. Dia juga ketemu Pak Prabowo, Pak Hasyim, ketemu konglomerat si Tahir. Dia pengen tahu kenapa Tahir mau nyumbang? Dia kan iparnya Lippo (Group), dia pengen tahu maksudnya apa Lippo pakai Tahir buat baik-baikin Ahok," ujar Ahok.
Ahok menekankan supaya proses penyelidikan diserahkan sepenuhnya kepada KPK. Ia enggan berandai-andai mengenai keterlibatan Sunny dengan kasus suap pengesahan Raperda Zonasi dan Tata Ruang Kawasan Pantai Utara Jakarta. Selain itu, ia menegaskan, Sunny tak menjabat sebagai komisaris di perusahaan mana pun.
"Jadi kita suruh penyidik cek aja. Pusing kita kalau berandai-andai. Kalau Sunny, enggak ada (menjabat) komisaris di mana pun dan (Sunny) Tanuwidjaya itu enggak ada hubungan sama Veronica Tan," tegasnya.