Jumat 17 Jun 2016 18:48 WIB

Luhut Minta Warga tak Gunakan Obat Kuat

AIDS
AIDS

REPUBLIKA.CO.ID, MERAUKE -- Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Luhut Binsar Panjaitan mengajak masyarakat Kabupaten Merauke, Provinsi Papua untuk tidak menggunakan obat kuat. Alasnanya, obat kuat mengandung ekstasi yang mengikat penggunanya sehingga selalu ketergantungan.

"Jadi kalian hati-hati jika mendapat tawaran obat kuat, nanti kuat betul, tapi pakai obat terus. Ini terjadi peningkatan ekstasi, sabu juga meningkat," kata Luhut, Jumat (17/6).

Selain penggunaan obat-obatan yang mengandung ekstasi, ia mengatakan ancaman terberat kini adalah penyakit HIV/AIDS.

"Saya kadang-kadang tanya juga, kita ini katanya orang beragama, semua sembayang tapi kok banyak sekali (yang pakai obat terlarang," katanya.

Ia berpesan kepada petinggi TNI AD, AL dan kepolisian, termasuk bupati dan tokoh agama setempat untuk bersama-sama masyarakat membendung penyebaran HIV/AIDS dan narkoba.

"Ini juga masalah kalian. Dilihat, kalau enggak nanti rakyat kita akan kena semua, dan Polisi, TNI, Bupati semua sudah kena, saya tahu juga ada pejabat tinggi yang makan ekstasi itu karena stres," katanya.

Walau oleh Bupati Merauke dikatakan kabupaten itu kini berada pada urutan lima kasus HIV/AIDS di Provinsi Papua, Luhut mengharapkan jumlah penyakit sosial di sana terus ditekan hingga ke angka terkecil.

"Dulu Merauke rengking satu, sekarang sudah rengking lima, tapi harus turun lagi ke bawah karena itu penting, harus sosialisasi ke mana-mana, tidak perlu malu," katanya.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement