REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop II akan kembali menertibkan bangunan liar yang berada dalam lingkungan asetnya. Ini menyusul penggusuran yang akhirnya dilaksanakan di Stasiun Barat Bandung, Selasa (26/7).
Kepala Humas PT KAI Franoto Wibowo mengatakan target selanjutnya adalah bangunan semi permanen yang banyak berdiri liar di pinggir rel. Salah satunya di sekitar Stasiun Andir hingga Ciroyom.
"Di sana memang ada beberapa bangunan, bahkan cukup banyak bangunan liar," kata Franoto, Rabu (27/7).
Menurutnya, penertiban tersebut dinilai mendesak. Sebab bangunan yang terlalu dekat dengan rel kereta sangat berbahaya dan berpotensi terjadinya kecelakaan.
Contohnya, ujar dia, bangunan di Stasiun Andir yang hanya berjarak sekitar satu meter dari rel kereta api. Padahal idealnya, pendirian bangunan harus berjarak minimal 15 meter dari rel kereta.
Dengan jarak yang terlalu dekat, ujarnya, sangat membahayakan bagi warga yang tinggal di sekitarnya. Jarak yang jauh tentunya akan menjaga adanya kecelakaan yang terjadi di area kereta api.
"Semakin dekatnya jarak rel kereta api, semakin rentan juga kecelakaan yang terjadi," ujarnya.
Ia menaksir ada 50 bangunan liar yang berada dekat dengan rel kereta. Keberadaannya harus ditertibkan untuk menjaga keselamatan warga dan penumpang kereta.
Meski demikian, pihaknya belum bisa memastikan waktu penertiban bangunan liar tersebut. Karena membutuhkan proses bertahap seperti surat pemberitahuan yang akan dilayangkan sebelum proses penggusuran.