REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Gabungan 55 organisasi masyarakat (ormas) di antaranya, Front Pembela Islam (FPI) dan Forum Betawi Rembug (FBR) akan menggelar aksi demo besar-besaran di depan Balai Kota.
Mereka menuntut agar Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditangkap dan dipenjarakan 1x24 jam. Namun Ahok tak ambil pusing dengan aksi demo besar-besaran ini. "Ya demo kan hak semua orang kan," ujar Ahok di Balai Kota, Jumat (14/10).
Gabungan ormas ini berkumpul di Masjid Istiqlal. Selanjutnya, mereka akan menuju Balai Kota. Ia menegaskan tidak ada maksud menghina Alquran atau Islam. Ahok juga telah meminta maaf atas persoalan ini.
"Orang sudah selesai kok. Semua pemimpin agama PBNU sudah ngomong. Bahkan Bawaslu juga mengatakan tidak ada pelanggaran. Enggak ada maksud," katanya. Orang nomor satu DKI Jakarta ini akan melihat situasi terlebih dahulu jika ormas meminta mediasi langsung.
"Intinya mereka kan cuma mau nyeret aku ke penjara kan. Gitu kan. Ini kan sebagian orang dari gerakan yang mau nyeret saya mulai dari kasus Sumber Waras, nyeret saya reklamasi, yang bikin anarkis di KPK. Kan tujuannya cuma itu. Tujuannya cuma satu, gimana ahok bisa masuk penjara, enggak ikut pilkada," ujarnya.
Selain itu, Ahok tidak tahu apakah demo ini akan berdampak dengan elektabilitasnya menjelang Pilkada 2017. Ia memiliki cara tersendiri untuk melihat elektabilitasnya tersebut. "Tunggu survei gratisan lagi," ujarnya.