Senin 12 Dec 2016 07:46 WIB

25 Ribu Lebih Jamaah Ikut Shalat Subuh di Masjid Pusdai

Rep: Zuli Istiqomah/ Red: Damanhuri Zuhri
Ribuan warga melaksanakan Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (12/12).
Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Ribuan warga melaksanakan Shalat Subuh Berjamaah di Masjid Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (12/12).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Koordinator media center Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Ustaz Erick Yusuf menyebutkan jumlah jamaah yang ikut dalam Gerakan Subuh Berjamaah di Masjid Pusdai Jawa Barat mencapai 25 ribu. Jumlah tersebut bahkan bisa dikatakan lebih.

"Jumlah jamaah shalat Subuh ini di luar prediksi. 25 ribu orang yang ikut bahkan saya rasa lebih," ungkap Ustaz Erick Yusuf usai gelaran shalat Subuh berjamaah di Masjid Pusdai, Senin (12/12).

Jumlah ini diperkirakan berdasarkan kapasitas masjid yang penuh. Di dalam masjid yang memiliki dua lantai bisa menampung 15 ribu jamaah. Dua lantai ini pun sudah padat barisan jamaah. Sementara itu, di pelataran masjid hingga ke halaman juga dipenuhi jamaah. Jumlah ini juga dikatakannya bisa menampung 10 ribuan jamaah.

 

Tak hanya di situ, bahkan disebutnya barisan jamaah juga sampai berada di jalan raya sekitar masjid. "Jamaah shalat Subuh juga sampai ke jalan-jalan. Subhanallah sekali," ucap Ustaz Erick Yusuf penuh syukur.

Gerakan Subuh Berjamaah dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Ustaz Erick menyebut ada 212 masjid yang menyelenggarakan shalat qiyamul lail dan Subuh berjamaah. "212 masjid di seluruh Indonesia menyelenggarakan shalat Subuh berjamaah ini. Tapi saya rasa juga pasti lebih," kata dia menerangkan.

Untuk gerakan perdana ini, kata Ustaz Erick, GNPF MUI memusatkan Jawa Barat sebagai wilayah pertama Gerakan Subuh Berjamaah. Ke depannya, GNPF MUI juga akan bersafari ke seluruh wilayah Indonesia untuk terus menggemakan Gerakan Subuh Berjamaah ini. 

Subuh berjamaah juga akan terus digelorakan untuk kemudian menjadi ajang persaudaraan Islam. Merangkai persatuan melalui jaringan masjid yang di dalamnya telah hidup Subuh berjamaah.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement