Jumat 20 Jan 2017 08:48 WIB

Pengungsi Suriah dan Irak Nikmati Pantai Australia

Pengungsi asal Suriah, Joseph Ghazal adalah satu dari seratus pengungsi yang pergi ke Caloundra, untuk mencoba berselancar.
Foto: ABC
Pengungsi asal Suriah, Joseph Ghazal adalah satu dari seratus pengungsi yang pergi ke Caloundra, untuk mencoba berselancar.

REPUBLIKA.CO.ID, QUEENSLAND -- Pengungsi dari negara Suriah dan Irak yang dilanda perang telah menikmati tradisi musim panas di Australia, yakni berenang dan bermain di pantai Australia. Menjadi pengalaman pertama kalinya bagi banyak pengungsi.

Lebih dari 100 warga baru Queensland mencoba kemampuan mereka dalam berselancar di kawasan Caloundra, Sunshine Coast, Queensland. Yayasan pemerhati pengungsi di Australia, MDA membawa para pengungsi ke pantai, termasuk diantaranya Patil Stepan, gadis berusia 13 tahun, yang baru tiba di negara bagian Queensland dua bulan lalu. Patil belum pernah merasakan laut.

Ia terlihat tertawa lepas dan berteriak saat berlari menuju ombak untuk pertama kalinya. "Hal ini sangat indah dan saya sangat senang. Saya cinta rumah baru saya, Australia," katanya.

Pengungsi lainnya, Joseph Ghazal mengungsi dari kota kelahirannya, Aleppo dengan anak dan istrinya, setelah rumahnya hancur luluh lantah. "Kami kehilangan segalanya selama lima tahun perang. Dan kami meninggalkan semuanya, karena kematian di sekitar kita, semuanya buruk," katanya.

The group of refugees were taken to Kings Beach in Caloundra by refugee agency MDA.
Sekelompok pengungsi diajak pergi ke pantai Kings Beach di Caloundra, oleh yayasan MDA. Foto: Koleksi MDA

Ia mengatakan berenang pertamanya di Australia sebagai bentuk kebebasan dan harapan untuk kehidupan baru. "Di sini semuanya sangat baik, orang-orangnya sangat ramah," katanya.

"Bagi kami, semuanya berubah karena memulai kehidupan baru, sekarang semuanya baik-baik saja."

Para pengungsi juga diberikan kursus kilat soal keselamatan di sekitar pantai, dengan pelajaran tentang berenang diantara bendera peringatan dan bagaimana untuk menghindari buaya dan hiu.

Sunshine Coast refugee day
Joe Ghazal saat berada di pantai

 

Refugees enjoy Queensland's beaches
Keluarga Ghazal bersama penjaga pantai Emily Neal, yang memberikan penjelasan soal keselamatan pantai.

 

Diterbitkan oleh Erwin Renaldi pada 19/01/2017 pukul 13:00 PM dari artikelnya yang berbahasa Inggris, dan bisa dibaca di sini

sumber : http://www.australiaplus.com/indonesian/berita/musim-panas-pertama-bagi-pengungsi-australia/8194216
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Apa yang paling menarik bagi Anda tentang Singapura?

1 of 7
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement