Kamis 09 Mar 2017 10:30 WIB

Doa Rasulullah untuk Anak-Anak Kabsyah

Rasulullah
Foto: wikipedia
Rasulullah

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saat kelalahan umat Islam di Perang Uhud, banyak pejuang yang mati syahid. Seusai perang, para Muslimah berlarian keluar rumah mencari kabar apakah putra, suami, atau saudara lelakinya syahid atau selamat di peperangan. Ummu Sa’ad pun bergegas mencari kabar tentang keselamatan Rasulullah SAW dan kedua anaknya. Ternyata, putra Kabsyah, ‘Amr bin Mu’adz, termasuk gugur di medan Perang Uhud.

Rasulullah SAW bersabda, “Hai Ummu Sa’ad, ada kabar gembira dan sampaikan kabar gembira ini kepada keluarga mereka. Bahwa keluarga mereka yang meninggal dunia, semuanya masuk surga dan keluarga yang ditinggalkan akan mendapat syafaat.”

Ummu Sa’ad berkata, “Kami rela, ya Rasulullah. Siapa yang akan menangisi mereka setelah ini. Doakanlah, ya Rasulullah, untuk orang-orang yang dtinggalkan.” Lalu, Rasulullah SAW berdoa, “Ya Allah, hilangkanlah kesedihan hati mereka, lenyapkanlah musibah mereka, dan berikanlah ganti yang baik kepada mereka yang ditinggalkan.”

Ketika Perang Khandak, Kabsyah mendorong Sa’ad bin Mu’adz, putra yang tinggal satu-satunya itu, untuk segera berangkat perang. Ummu Sa’ad lupa memperhatikan baju besi yang dipakai berperang anaknya. Baju besi itu tidak sempurna, seluruh sikunya terbuka sehingga tangannya terlihat jelas. ‘Aisyah sempat mengingatkan kekurangan dari pakaian perang tersebut.

Takdir berkata lain, ketidaksempurnaan baju perang menjadi jalan bagi Sa’ad bin Muadz menjadi syahid. Sa’ad terkena panah yang menancap di pangkal lengannya. Darah mengalir dengan deras. Sa’ad berdoa, “Ya Allah, jika Engkau belum mengakhiri perang dengan kaum Quraisy maka beri aku kesempatan untuk turut ambil bagian. Tidak ada yang lebih aku senangi untuk diperangi selain kaum yang mengganggu dan mendustakan Allah dan Rasul-Nya.” Allah mengabulkan doanya dengan mengirim angin topan dahsyat yang menghancurkan pasukan Quraisy.

Setelah berperang, kondisi Sa’ad semakin parah. Dia menemui ajalnya setelah menetapkan keputusan terhadap Bani Quraizhah. Ummu Sa’ad mengantarkan putra tercintanya sampai ke liang kubur. Rasulullah berkata kepada Kabsyah, “Apakah tidak cukup mengeringkan air matamu dan menghilangkan kesedihanmu bahwa anakmu adalah orang pertama yang Allah tersenyum kepadanya serta bergetar Arsy untuknya.”

Mendengar perkataan Rasulullah SAW tersebut membuat Ummu Sa’ad terhibur. Kabsyah wafat di Madinah setelah kedua anaknya gugur sebagai syahid. Namanya terukir sebagai sosok Muslimah yang mengantarkan anak-anaknya syahid sampai ke liang kubur. Kabsyah termasuk golongan shahabiyah yang dekat dengan Rasulullah.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement