Kamis 06 Apr 2017 16:58 WIB

Terdakwa Korupsi KTP-El Bantah Kesaksian Setya Novanto

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Bayu Hermawan
Ketua DPR Setya Novanto memberikan kesaksian dalam lanjutan sidang dugaan korupsi pengadaan proyek e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (6/4)
Foto: Republika/ Wihdan Hidayat
Ketua DPR Setya Novanto memberikan kesaksian dalam lanjutan sidang dugaan korupsi pengadaan proyek e-KTP dengan terdakwa Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (6/4)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Terdakwa korupsi proyek KTP elektronik (KTP-el) Irman membantah kesaksian Ketua DPR Setya Novanto yang mengaku hanya pernah sekali bertemu. Menurut Irman, dirinya pernah bertemu dengan Setya Novanto sebanyak tiga kali.

Irman membeberkan, pertemuan pertama dilakukan di Grand Melia Kuningan pada 2010. Kemudian pernah juga bertemu di ruangan Ketua Fraksi atau ruangan Setya Novanto, dan terakhir di Jambi saat Irman menjabat Plt Gubernur Jambi.

"Saya pernah bertemu dengan Pak Novanto tiga kali. Pada 2010 di Grand Melia bersama Hargianto, Diah Anggraini, Andi Narogong. Kedua, saya bersama Andi Narogong pernah menemui Pak Setnov di ruang ketua fraksi pada maret 2010. Kemudian di Jambi ketika saya menjabat Plt Gubernur Jambi," kata Irman dalam persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (6/4).

Irman juga mengaku pernah kedatangan Kurir yang merupakan utusan Diah Anggraini. Kutir tersebut menyampaikan pesan yang tak lain adalah permintaan Setya Novanto agar Irman mengaku tidak mengenalinya, termasuk saat diperiksa penyidik KPK.

"Terakhir, saya pernah mendapat pesan dari Bu Diah Anggraini melalui kurir, tolong sampaikan ke Pak Irman, ada pesan dari Setya Novanto kalau saya ditanya, termasuk oleh penyidik, sampaikan tidak mengenal," ujar Irman memperagakan.

Namun demikian, Setya Novanto tetap bersikukuh dengan pendapatnya. Dia mengaku hanya sekali bertemu Irman, yakni saat kunjungan ke Jambi, saat Irman menjabat Plt Gubernur. Setnov juga membantah pernah menyampaikan pesan kepada Irman agar mengaku tidak mengenalnya saat diperiksa KPK.

"Saya tetap pada pendirian dan BAP saya. Saya menyangkal dua pertemuan tadi. Saya juga tidak pernah mengatakan demikian (pesan untuk mengaku tidak mengenal)," ucap Setnov.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement