Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Ethiopia Bebaskan Semua Tahanan Politik

Rabu 03 Jan 2018 21:19 WIB

Rep: Rizkyan Adhiyudha/ Red: Dwi Murdaningsih

Perdana Menteri Ethiopia Hailemariam Desalegn.

Perdana Menteri Ethiopia Hailemariam Desalegn.

Foto: afp via bbc

REPUBLIKA.CO.ID, ADDIS ABABA -- Pemerintah Ethiopia mengumumkan akan membebaskan semua tahanan politik yang ada di negara tersebut. Perdana Menteri Ethiopia Hailemariam Desalegn mengatakan, pembebasan itu juga akan diberlakukan pada tahanan politik yang sedang menunggu persidangan.

 

 
Otoritas juga akan menutup sebuah pusat penahanan terkemuka yang diduga digunakan menyiksa tahanan guna mendapatkan informasi. Termasuk salah satu penjara Maekelawi yang kerap digunakan untuk interogasi dengan metode ilegal pada 2013 lalu.
 
"Kebijakan ini dilakukan untuk membuka dialog politik," kata Desalegn seperti dilaporkan BBC, Rabu (3/1).
 
Meski demikian, masih belum jelas alasan dibalik kebijakan tersebut. Pemerintah belum mengeluarkan pernyataan resmi alasan pelepasan itu. Namun, sebuah media lokal menghubungkannya dengan aksi massa di media sosial yang dimulai pada akhir Desember kemarin yang meningkatkan kesadaran akan penderitaan tahanan politik.
 
Ethiopia dituduh oleh kelompok Hak Asasi Manusia (HAM) menggunakan penangkapan massal guna menahan oposisi. Human Rights Watch (HRW) mengatakan pemerintah menggunakan undang-undang anti-terorisme untuk memenjarakan para pengkritiknya.
 
Jumlah tahanan politik yang ditangkap pemerintah Ethiopia tidak diketahui dengan pasti. Namun, ribuan orang diperkirakan telah ditahan sejak 2015 kemarin saat terjadi demonstrasi besar menuntut reformasi politik dan ekonomi.
 
Hailemariam Desalegn mengungkapkan, pemerintah akan mengubah penjara tersebut menjadi sebuah museum modern. Dia melanjutkan, nantinya fasilitas penahanan kriminal baru akan dibuka berdasarkan standar internasional.
 
 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile