REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Perkembangan teknologi menjadikan tuntutan pelayanan berbagai instansi untuk berbenah dan menyesuaikan dengan era digital kekinian.
Seakan tak mau ketinggalan, Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Jawa Timur yang diselenggarakan di Kota Batu, Malang, Jawa Timur, juga membahas rencana strategis dengan mengoptimalkan digitalisasi.
Direktur Utama Laznas BMH, Marwan Mujahidin SE, MSus mengungkapkan adanya perubahan pola dalam menggalang dana sosial atau dana zakat infak sedekah (ZIS) dan dana halal lainnya dari masyarakat.
Lembaga non-profit yang telah berkiprah lebih dari 17 tahun di Tanah Air tersebut telah menyiapkan program dengan memanfaatkan teknologi modern untuk memudahkan pelayanannya kepada para donatur.
Bahkan, pelaporan penggunaan atau penyaluran dana juga menggunakan teknologi berbasis aplikasi.
"Perkembangan teknologi yang semakin maju menuntut BMH untuk bisa memberikan pelayanan yang lebih baik lagi," jelas Marwan Mujahidin pada rapat kerja wilayah (rakerwil) BMH Perwakilan Jatim di Batu, Selasa (26/11).
Para peserta Rakerwil BMH Perwakilan Jawa Timur berfoto bersama.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi diharapkan bisa menjadikan platform zakat yang lebih efektif serta mampu memberikan dampak positif di tengah-tengah masyarakat.
"Sehingga, masyarakat lebih mudah menunaikan zakatnya, serta mampu mendongkrak ZIS yang manfaatnya bisa dirasakan masyarakat secara luas," imbuhnya dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Rabu (27/11).
Rapat kerja wilayah (rakerwil) BMH Perwakilan Jawa Timur bertajuk “Penguatan paltform LAZ yang inovatif, efektif dan efisien”. Acara itu digelar selama dua hari, (26-27 November 2019) di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Hidayatullah Batu, Malang.
Rakerwil dihadiri 27 manajer BMH Gerai dari berbagai kota dan kabupaten se-Jatim. Mereka menyiapkan rencana strategis untuk mencapai target yang sesuai harapan pada tahun 2020.