Kamis 13 Aug 2020 17:22 WIB

Pemkot Padang Panjang Siapkan Belajar Tatap Muka untuk SD

Belajar tatap muka bagi SD masih memerlukan persiapan lebih matang

Hari pertama sekolah tatap muka langsung di SMP 1 Padang Panjang, Kamis (13/8)
Foto: Febrian Fachri/Republika
Hari pertama sekolah tatap muka langsung di SMP 1 Padang Panjang, Kamis (13/8)

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG PANJANG  - Pemerintah Kota (Pemkot) Padang Panjang, Sumatera Barat, mempersiapkan pelaksanaan kembali pembelajaran tatap muka bagi siswa jenjang sekolah dasar (SD) di masa adaptasi kebiasaan baru. Wali Kota Padang Panjang, Fadly Amran mengatakan belajar tatap muka bagi SD masih memerlukan persiapan lebih dibanding bagi siswa jenjang SMP.

"SD itu usianya lebih dini jadi kita perlu persiapan lebih baik dibanding persiapan untuk SMP, juga perlu evaluasi dulu bagaimana pelaksanaan belajar tingkat SMP di masa adaptasi kebiasaan baru," katanya, Kamis (13/8)

Hal itu juga sesuai dengan arahan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bahwa perlu waktu beberapa pekan untuk persiapan belajar tatap muka bagi SD. Itupun setelah dilakukan evaluasi pada kegiatan belajar mengajar jenjang SMP dan SMA. Untuk sementara, lanjut dia, bagi jenjang SD masih berupaya dimaksimalkan melalui pendidikan dalam jaringan.

"Pendidikan jarak jauh bisa dikatakan sudah jadi kebutuhan seiring perkembangan teknologi informasi tidak bisa dielakkan. Kondisi wabah membuat kami lebih berupaya menyandingkan keduanya. Ada daring dan ada tatap muka," terangnya.

Sebelumnya pemerintah daerah setempat membuka kembali pelaksanaan belajar tatap muka di sekolah bagi jenjang SMP dengan protokol kesehatan Covid-19. Pendidikan dilakukan secara bergantian sehari di sekolah lalu sehari di rumah dan dalam durasi singkat mulai pukul 7.30 sampai 11.00 WIB. Sementara pelaksanaan pembelajaran tatap muka bagi jenjang SMA direncanakan mulai dilaksanakan pekan depan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يَسْتَفْتُوْنَكَۗ قُلِ اللّٰهُ يُفْتِيْكُمْ فِى الْكَلٰلَةِ ۗاِنِ امْرُؤٌا هَلَكَ لَيْسَ لَهٗ وَلَدٌ وَّلَهٗٓ اُخْتٌ فَلَهَا نِصْفُ مَا تَرَكَۚ وَهُوَ يَرِثُهَآ اِنْ لَّمْ يَكُنْ لَّهَا وَلَدٌ ۚ فَاِنْ كَانَتَا اثْنَتَيْنِ فَلَهُمَا الثُّلُثٰنِ مِمَّا تَرَكَ ۗوَاِنْ كَانُوْٓا اِخْوَةً رِّجَالًا وَّنِسَاۤءً فَلِلذَّكَرِ مِثْلُ حَظِّ الْاُنْثَيَيْنِۗ يُبَيِّنُ اللّٰهُ لَكُمْ اَنْ تَضِلُّوْا ۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ ࣖ
Mereka meminta fatwa kepadamu (tentang kalalah). Katakanlah, “Allah memberi fatwa kepadamu tentang kalalah (yaitu), jika seseorang mati dan dia tidak mempunyai anak tetapi mempunyai saudara perempuan, maka bagiannya (saudara perempuannya itu) seperdua dari harta yang ditinggalkannya, dan saudaranya yang laki-laki mewarisi (seluruh harta saudara perempuan), jika dia tidak mempunyai anak. Tetapi jika saudara perempuan itu dua orang, maka bagi keduanya dua pertiga dari harta yang ditinggalkan. Dan jika mereka (ahli waris itu terdiri dari) saudara-saudara laki-laki dan perempuan, maka bagian seorang saudara laki-laki sama dengan bagian dua saudara perempuan. Allah menerangkan (hukum ini) kepadamu, agar kamu tidak sesat. Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”

(QS. An-Nisa' ayat 176)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement