Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

 

10 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Pj Wali Kota Makassar Belum Izinkan CFD Dibuka

Senin 09 Nov 2020 15:28 WIB

Red: Andi Nur Aminah

Warga berolahraga pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) -- ilustrasi

Warga berolahraga pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) -- ilustrasi

Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
Lokasi aktivitas keramaian akan dibuka secara bertahap, namun harus ekstra hati-hati

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin belum mengizinkan membuka kegiatan Car Free Day (CFD) di Makassar. Meskipun saat ini status Kota Makassar sudah masuk kategori zona oranye. "Berbagai kegiatan yang berkerumun mulai dibuka secara bertahap, namun kegiatan CFD belum boleh dengan sejumlah pertimbangan," kata Rudy di Makassar, Senin (9/11).

 

Pj Wali Kota mengatakan akan membuka tempat atau lokasi aktivitas keramaian secara bertahap, namun harus ekstra hati-hati. Hal ini pula sebagai salah satu langkah untuk mengantisipasi sekaligus upaya pencegahan penyebaran Covid-19.

Baca Juga

"Jadi, untuk sementara jangan dulu, tapi bertahap akan kita buka, kalau tempat publik lain memang sudah buka, tapi tetap ada Satgas dalam hal ini Satpol PP yang akan rutin mengawasi aktivitas warga di ruang publik," ujarnya.

Selain itu kondisi pengetatan ini juga dimaksudkan sebagai respon ke masyarakat untuk tetap memastikan penerapan protokol kesehatan di setiap aktivitas. "Jangan sampai ada anggapan masyarakat Covid-19 sudah hilang, sehingga tidak lagi patuh sama protokol kesehatan," tuturnya.

Pertimbangan lainnya, lanjut dia, dikhawatirkan jumlah pasien terpapar Covid-19 akan melonjak jika CFD dibuka tanpa pertimbangan yang matang. Oleh karena itu pihaknya berharap, saat ini, masyarakat dapat menikmati udara segar dan berolahraga di rumah. Alasannya, sejumlah potensi ancaman Covid-19 di tengah kerumunan masih tinggi.

"Sabar dulu karena aktivitas yang dapat menimbulkan kerumunan itu pasti sangat dikhawatirkan dan berpotensi menambah kasus terkonfirmasi Covid-19," ujarnya.

sumber : Antara
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile