REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Alquran merupakan pedoman umat Islam dan Allah telah memerintahkan umat manusia untuk mempelajari isi Alquran. Allah berfirman dalam surat Yunus ayat 57, Alquran sebagai obat di hati, pedoman, dan rahmat bagi orang-orang beriman.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِى ٱلصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ
Yā ayyuhan-nāsu qad jā`atkum mau'iẓatum mir rabbikum wa syifā`ul limā fiṣ-ṣudụri wa hudaw wa raḥmatul lil-mu`minīn
Artinya: “Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”
Ada tujuh cara untuk memperkaya hidup dengan Alquran seperti yang dilansir di About Islam.
Membaca
Membaca Alquran dengan tajwid yang benar dapat menenangkan hati dan jiwa dengan kedamaian. Itu membuat kita merasa dekat dengan Allah serta mengurangi kesedihan yang berlarut-larut. Hafalan harian beberapa halaman Alquran, terutama setelah sholat subuh adalah cara terbaik untuk tetap berada di jalan kebenaran dan berpegang pada ikatan Allah.
Membaca Terjemahan dan Tafsir
Kita bisa memperoleh pemahaman yang baik tentang kehidupan jika kita memahami Alquran dengan benar. Kita dapat membaca terjemahan dan penafsirannya (tafsir) oleh seorang ulama yang berpengetahuan dan terspesialisasi. Tafsir membantu mengungkap rahasia Alquran dan menjelaskan makna tersembunyi dari kata, ayat, dan surat.
Menghafal
Dari Abdullah Ibn ʻAbbas r.a. mengatakan Rasulullah SAW bersabda: “Dia yang tidak menghafal satu bagian pun dari Alquran, seperti rumah yang hancur,” (HR At-Tirmidzi).
Memiliki kata-kata Ilahi yang tersimpan di hati memungkinkan Anda untuk bersenandung saat merasa sedih dan berdoa sepanjang malam. Selain itu, itu membuat Anda merasa sangat dekat dengan Allah.