Rabu 17 Feb 2021 07:24 WIB

Jordan Henderson Bersyukur Liverpool tak Kebobolan

Liverpool mengalahkan RB Leipzig 2-0 pada leg pertama 16 besar Liga Champions.

Jordan Henderson.
Foto: AP/Laurence Griffiths/Pool Getty
Jordan Henderson.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapten Liverpool Jordan Henderson bersyukur timnya mencatat clean sheet atau tidak kebobolan kala menghadapi RB Leipzig pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions yang berlangsung di Puskas Arena, Hungaria, Rabu (17/2) dini hari WIB.

"Itu pertandingan penting bagi kami. Kami sangat senang pada penampilan tim secara keseluruhan. Gol dan clean sheet itu penting," kata Henderson usai pertandingan ini seperti dilaporkan laman UEFA.

Baca Juga

Kemenangan 2-0 itu membuat tim asuhan Juergen Klopp memiliki modal besar saat menghadapi leg kedua 11 Maret nanti. Apalagi Liverpool akan bertanding di Anfield yang menjadi keuntungan tersendiri.

Menurut Henderson, kunci permainan Liverpool kali ini adalah para pemain bermain disiplin saat melakukan transisi dari menyerang ke bertahan dan sebaliknya.

Gol Salah dan Mane itu bermula ketika memanfaatkan serangan balik cepat serta dibantu kesalahan yang dilakukan dua bek.

"Kami patut berbangga dengan kemenangan ini karena Leipzig adalah tim yang sangat bagus. Penyerang kami terlihat bersemangat sepanjang pertandingan dan kami memenangkannya," kata dia.

Meski begitu, Henderson meminta pemain tidak berpuas diri secara berlebihan. Sebab the Reds harus menjalani satu pertandingan lagi agar bisa melaju ke babak selanjutnya.

"Ini kemenangan yang bagus, tetapi itu baru setengah dari pekerjaan yang harus diselesaikan," kata dia.

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
وَمَا تَفَرَّقُوْٓا اِلَّا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَهُمُ الْعِلْمُ بَغْيًاۢ بَيْنَهُمْۗ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِنْ رَّبِّكَ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّى لَّقُضِيَ بَيْنَهُمْۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْرِثُوا الْكِتٰبَ مِنْۢ بَعْدِهِمْ لَفِيْ شَكٍّ مِّنْهُ مُرِيْبٍ
Dan mereka (Ahli Kitab) tidak berpecah belah kecuali setelah datang kepada mereka ilmu (kebenaran yang disampaikan oleh para nabi) karena kedengkian antara sesama mereka. Jika tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dahulunya dari Tuhanmu (untuk menangguhkan azab) sampai batas waktu yang ditentukan, pastilah hukuman bagi mereka telah dilaksanakan. Dan sesungguhnya orang-orang yang mewarisi Kitab (Taurat dan Injil) setelah mereka (pada zaman Muhammad), benar-benar berada dalam keraguan yang mendalam tentang Kitab (Al-Qur'an) itu.

(QS. Asy-Syura ayat 14)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement