Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

Monday, 30 Safar 1444 / 26 September 2022

 

30 Safar 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

PBB Salahkan Houthi Atas Serangan di Bandara Aden

Rabu 31 Mar 2021 22:00 WIB

Rep: Meiliza Laveda/ Red: Indira Rezkisari

Sebuah ledakan besar menghantam bandara di kota Aden, Yaman selatan, pada Rabu (30/12).

Sebuah ledakan besar menghantam bandara di kota Aden, Yaman selatan, pada Rabu (30/12).

Foto: EPA
Akibat serangan di Bandara Aden setidaknya 20 orang tewas.

REPUBLIKA.CO.ID, SANAA – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan serangan mematikan yang terjadi pada 30 Desember 2020 lalu di Bandara Aden, Yaman dan dilakukan dengan rudal. Rudal tersebut mirip yang dimiliki oleh milisi Houthi dan ditembakkan dari lokasi di bawah kendali mereka.

 

Akibat serangan itu, setidaknya 20 orang tewas termasuk wakil menteri pekerjaan umum dan melukai lebih dari 100 orang. Panel ahli menyimpulkan, setidaknya dua rudal diluncurkan dari Bandara Taiz menuju Aden pada 30 Desember 2020 dan kemungkinan ada penambahan dua rudal yang diluncurkan dari pusat pelatihan polisi di Kota Dhamar.

Baca Juga

“Panel telah mengonfirmasi bahwa kedua lokasi berada di bawah kendali pasukan Houthi pada saat peluncuran,” kata panel tersebut, dilansir Aljazirah, Rabu (31/3).

Tiga ledakan terjadi beberapa menit usai pesawat yang membawa Perdana Menteri Maeen Abdulmalik Saeed, anggota kabinet, dan pejabat pemerintah lain telah mendarat. Bandara dihantam oleh tiga rudal balistik. Kemungkinan rudal versi Badr-1P yang telah menjadi bagian dari persenjataan Houthi sejak 2018.

Menanggapi itu, pihak Houthi menolak laporan PBB pada Rabu (31/3). “Setiap laporan tentang Yaman dikeluarkan tanpa komite independen ditolak. Laporan itu tidak realistis, bias, dan kurang kredibilitas,” kata komandan politik Houthi Mohammed Ali al-Houthi.

Menurut ringkasan laporan investigasi rahasia yang diperoleh pada Selasa rudal tersebut merupakan upaya untuk menghantam pesawat yang membawa pejabat pemerintah dan ruang VIP, tempat konferensi pers telah direncanakan. Kota pelabuhan selatan Aden adalah ibu kota de facto Yaman, tempat pemerintah yang diakui secara internasional bermarkas setelah dialihkan dari ibu kota Sana’a di utara oleh milisi Houthi.

Konflik di Yaman dimulai dengan pengambilalihan Sana’a pada 2014. Koalisi pimpinan Saudi yang didukung oleh Amerika Serikat dan bersekutu dengan pemerintah telah memerangi pemberontak sejak Maret 2015. Konflik tersebut telah menciptakan krisis kemanusiaan terburuk di dunia dan mendorong ribuan orang Yaman ke ambang kelaparan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile