Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Desktop ekonomi detail topline

Edit
IDR 3.500.000
desktop_ekonomi_detail_topline

Pergerakan IHSG Diperkirakan Cenderung Turun Hari Ini

Kamis 24 Jun 2021 10:17 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Fuji Pratiwi

Karyawan melintas di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (ilustrasi). IHSG diprediksi cenderung bergerak turun hari ini.

Karyawan melintas di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta (ilustrasi). IHSG diprediksi cenderung bergerak turun hari ini.

Foto: ANTARA/Galih Pradipta
Hal itu sejalan dengan mayoritas indeks saham utama Wall Street.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona positif pada perdagangan pagi ini, Kamis (24/6). IHSG menguat ke level 6.052,08 dan terus naik hingga ke level 6.060,48. Sementara, indeks LQ45 menguat sebesar 0,13 persen.

Phillip Sekuritas Indonesia memperkirakan pergerakan IHSG akan cenderung turun pada hari ini. Hal itu sejalan dengan mayoritas indeks saham utama Wall Street yang melemah pada perdagangan semalam.

"DJIA dan S&P 500 beserta indeks saham utama di Eropa mengalami penurunan. Investor mencerna pernyataan terkini dari pejabat bank sentral AS (The Federal Reserve)," tulis Phillip Sekuritas Indonesia dalam risetnya, Kamis (24/6).

Selain itu, lanjut riset, investor juga mencerna pernyataan Menteri Keuangan AS Janet Yellen yang menyatakan Kemenkeu AS telah melakukan semua langkah darurat untuk menghindari penarikan utang yang melebihi batas oleh Pemerintah AS hingga Agustus. Kecuali, Kongres beraksi cepat untuk menghindari potensi gagal bayar (default) yang dapat berakibat sangat buruk.

Perhitungan awal (Flash) data Manufacturing PMI AS pada Juni naik ke level tertinggi dalam sejarah. Namun, perusahaan manufaktur masih kesulitan mencari bahan mentah dan pekerja yang berkualitas sehingga menambah biaya dan harga bagi produsen dan konsumen.

Selanjutnya, penjualan rumah baru (New Home Sales) di AS selama Mei turun ke level terendah dalam setahun. Hal ini dipicu oleh mahalnya bahan baku, seperti kayu, sehingga membuat harga rumah baru menjadi jauh lebih mahal. 

Di Eropa, perhitungan awal (flash) data Composite PMI memperlihatkan, dunia usaha tumbuh pada laju tercepat dalam 15 tahun pada Juni. Hal ini seiring dengan dihapusnya kebijakan lockdown dan pembatasan sosial. 

Untuk hari ini, menurut riset, investor menantikan rilis data mingguan Jobless Claims dan Durable Goods Orders untuk periode Juni di AS. Dari Eropa, investor menantikan kebijakan suku bunga acuan oleh bank sentral Inggris dan rilis data Ifo Business Climate pada Juni di Jerman.

Desktop ekonomi detail text

Edit
IDR 0
desktop_ekonomi_detail_text

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

Desktop ekonomi detail berita terkait

Edit
IDR 0
desktop_ekonomi_detail_berita_terkait
 

BERITA LAINNYA

 

Desktop ekonomi detail right 1

Edit
IDR 4.500.000
desktop_ekonomi_detail_right_1
 
 

Desktop ekonomi detail right 2

Edit
IDR 4.000.000
desktop_ekonomi_detail_right_2
 

Desktop ekonomi detail right 3

Edit
IDR 3.500.000
desktop_ekonomi_detail_right_3
 

Desktop ekonomi detail right 3

Edit
IDR 3.500.000
desktop_ekonomi_detail_right_3

Desktop ekonomi detail right 4

Edit
IDR 3.000.000
desktop_ekonomi_detail_right_4

Desktop ekonomi detail bottom Frame

Edit
IDR 6.500.000
desktop_ekonomi_detail_bottom_Frame