Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Monday, 13 Safar 1443 / 20 September 2021

Tersingkir dari Olimpiade, Naomi Osaka Mengaku Depresi

Rabu 28 Jul 2021 03:32 WIB

Rep: Anggoro Pramudya/ Red: Endro Yuwanto

Naomi Osaka, dari Jepang, melawan Marketa Vondrousova, dari Republik Ceska, selama putaran ketiga kompetisi tenis tunggal putri di Olimpiade 2020, Selasa, 27 Juli 2021, di Tokyo, Jepang.

Naomi Osaka, dari Jepang, melawan Marketa Vondrousova, dari Republik Ceska, selama putaran ketiga kompetisi tenis tunggal putri di Olimpiade 2020, Selasa, 27 Juli 2021, di Tokyo, Jepang.

Foto: AP/Seth Wenig
Kekalahan di Olimpiade menyusul beberapa bulan yang bergejolak bagi Osaka.

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Gelaran Olimpiade Tokyo 2020 kembali menghadirkan kejutan, kali ini dari panggung cabor tenis. Petenis putri unggulan asal Jepang, Naomi Osaka, terpaksa menelan pil pahit usai tersingkir dari wakil non-unggulan asal Republik Ceska, Market Vondrousova.

Dihelat di Arena Ariake Tennis Park, Selasa (27/7) siang WIB, Naomi Osaka kalah straight gim pada babak ketiga tunggal putri dengan skor 1-6 dan 4-6.

"Seberapa kecewa saya? Maksud saya, saya kecewa dengan setiap kekalahan, tetapi saya merasa yang ini lebih buruk dari yang lain," kata pemenang Grand Slam empat kali itu dilansir Japan Times, Selasa (27/7).

Kekecewaan Naomi Osaka memang teramat pilu. Pasalnya, negara asalnya Jepang menjadi tuan rumah dan ia merupakan atlet yang membawa api obor Olimpiade Tokyo 2020.

Sementara itu, Osaka mengaku dirinya membuat banyak kesalahan. Kekalahan putaran ketiga itu sekaligus menyusul beberapa bulan yang bergejolak bagi Osaka, yang meninggalkan kampanye Prancis Terbuka pada Mei 2021.

Parahnya lagi, petenis nomor dua dunia ini juga melewatkan turnamen Wimbledon dan dia tengah berjuang melawan depresi dan kecemasan, sebelum kembali ke Tokyo untuk Olimpiade pertamanya.

"Saya benar-benar merasa ada banyak tekanan untuk ini. Saya pikir itu mungkin karena saya belum pernah bermain di Olimpiade sebelumnya dan untuk tahun pertama (itu) agak berlebihan," sambung petenis 23 tahun.

Di sisi lain petenis unggulan nomor satu dunia, Ashleigh Barty, sudah tersingkir lebih dahulu pada babak pertama tunggal putri oleh Sara Sorribes di Olimpiade Tokyo 2020.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA