Jumat 06 Aug 2021 06:14 WIB

Sekolah Bisa Menjadi Tempat Mengedukasi Lingkungan Sekitar

Bukan hanya murid di dalamnya, namun juga lingkungan sekitarnya.

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Mas Alamil Huda
Para dosen dari tiga perguruan tinggi yang tengah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat (PKM) berfoto bersama dengan kepala sekolah dan dewan guru. (ilustrasi)
Foto: Dok Unpak
Para dosen dari tiga perguruan tinggi yang tengah melaksanakan pengabdian kepada masyarakat (PKM) berfoto bersama dengan kepala sekolah dan dewan guru. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen PAUD Dasmen) Kemendikbudristek, Jumeri, mengatakan, sekolah harus menjadi tempat yang mengedukasi masyarakat. Bukan hanya murid di dalamnya, namun juga lingkungan sekitarnya.

Salah satunya adalah dengan mengedepankan teknologi platform digital. Menurutnya, saat ini berkomunikasi dengan teknologi digital harus dikembangkan. Sebab, keadaan memaksa manusia untuk bermigrasi dari menggunakan teknologi tradisional ke platform digital.

"Sekolah mestinya sebagai pusat ilmu, pusat perkembangan, harus bisa juga mengedukasi masyarakat, mengikuti derap langkah perkembangan masyarakat dan memanfaatkan iptek untuk mengantisipasi setiap perubahan tersebut," kata Jumeri, dalam Webinar Digital Society, Kamis (5/8).

Ia mengatakan, tuntutan masyarakat terhadap pelayanan pendidikan dari waktu ke waktu akan semakin tinggi. Keinginan masyarakat untuk dilayani dengan cepat juga akan semakin tinggi.

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin cepat ini, maka tidak lagi dapat berpangku tangan melestarikan budaya-budaya yang sudah tertinggal. "Harus gigih melakukan inovasi perubahan dalam berbagai aspek, agar tidak ditinggalkan oleh masyarakat yang hidup pada era globalisasi ini," kata Jumeri.

Terkait hal tersebut, Jumeri mendorong agar sekolah membuat website khusus. Ia menjelaskan, berdasarkan pengalamannya ketika menjadi kepala sekolah, website menjadi sarana berkomunikasi dengan masyarakat luas. Apalagi, lanjut Jumeri, di era ini ketika dunia menghadapi pandemi dan interaksi tatap muka sudah sangat berkurang.

Kunjungan secara langsung saat ini sudah banyak berkurang. Oleh karenanya, komunikasi lewat teknologi informasi menjadi sarana yang paling efektif untuk bisa memperkenalkan sekolah.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَاغْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَيْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ اِلَى الْكَعْبَيْنِۗ وَاِنْ كُنْتُمْ جُنُبًا فَاطَّهَّرُوْاۗ وَاِنْ كُنْتُمْ مَّرْضٰٓى اَوْ عَلٰى سَفَرٍ اَوْ جَاۤءَ اَحَدٌ مِّنْكُمْ مِّنَ الْغَاۤىِٕطِ اَوْ لٰمَسْتُمُ النِّسَاۤءَ فَلَمْ تَجِدُوْا مَاۤءً فَتَيَمَّمُوْا صَعِيْدًا طَيِّبًا فَامْسَحُوْا بِوُجُوْهِكُمْ وَاَيْدِيْكُمْ مِّنْهُ ۗمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِّنْ حَرَجٍ وَّلٰكِنْ يُّرِيْدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهٗ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki. Jika kamu junub, maka mandilah. Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, maka jika kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan debu yang baik (suci); usaplah wajahmu dan tanganmu dengan (debu) itu. Allah tidak ingin menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, agar kamu bersyukur.

(QS. Al-Ma'idah ayat 6)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement