Pemkot Tasikmalaya Bersiap Laksanakan Sekolah Tatap Muka

Red: Bilal Ramadhan

Komisioner KPAI, Retno Listyarti, meninjau kesiapan sarana prasarana protokol kesehatan di SMPN 1 Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (10/9). Dari hasil tinjauan itu, sekolah tersebut dinilai belum layak menggelar KBM tatap muka.
Komisioner KPAI, Retno Listyarti, meninjau kesiapan sarana prasarana protokol kesehatan di SMPN 1 Rajapolah, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (10/9). Dari hasil tinjauan itu, sekolah tersebut dinilai belum layak menggelar KBM tatap muka. | Foto: Republika/Bayu Adji P

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Pemerintah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat mulai bersiap melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka di sekolah sesuai dengan protokol kesehatan di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3.

"Kota Tasikmalaya sekarang PPKM level 3 artinya sesuai aturan sudah boleh melaksanakan belajar tatap muka," kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Budiaman Sanusi.

Ia menuturkan kebijakan dalam PPKM level 3 sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri membolehkan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Pemerintah, lanjut dia, mengembalikan kebijakan tersebut ke masing-masing sekolah, jika sudah siap dengan berbagai aturannya maka dipersilakan untuk melaksanakan sekolah tatap muka.

"Sekolah yang sudah siap, silakan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka," katanya.

Ia menyampaikan jika sekolah sudah siap dengan fasilitas dan kesanggupannya mematuhi protokol kesehatan, maka rencana pembelajaran tatap muka dapat dimulai pekan depan.

Meskipun pembelajaran tatap muka sudah dibuka, kata dia, tetap dibatasi jumlah peserta didiknya yaitu 50 persen dari kapasitas ruang yang tersedia, begitu juga waktu belajar dibatasi.

"Tatap muka sangat terbatas, SD SMP 50 persen dari kapasitas kelas," katanya.

Kepala SMP Negeri 20 Kota Tasikmalaya Bambang Eka Budiman menyampaikan sarana prasarana sekolah sudah siap untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka.

Ia menyebutkan kesiapan sekolah yang sesuai dengan protokol kesehatan yakni tersedianya tempat cuci tangan, ruang kesehatan sekolah, alat pengukur suhu tubuh, dan guru sudah mengikuti vaksinasi Covid-19.

"Sekolah sudah siap, kita juga sudah membentuk satgas di sekolah," katanya.

Terkait


Kabupaten Gresik Dekati Zona Oranye Penyebaran Covid-19

Sekolah di Garut Mulai Tatap Muka Pekan Depan

Lansia dengan Komorbid Boleh Divaksinasi, Apa Syaratnya?

Stok Darah di PMI Karawang Masih Kritis

Arnold Schwarzenegger Cerca Orang yang tak Mau Pakai Masker

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@rol.republika.co.id (Marketing)

Ikuti

× Image
Light Dark