Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

4 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Menpora: Sejumlah Kejuaraan Antre Menunggu Izin

Selasa 05 Oct 2021 12:15 WIB

Rep: Muhammad Ikhwanuddin/ Red: Gilang Akbar Prambadi

Pesepak bola Arema FC Rizky Dwi Febrianto (tengah) berebut bola dengan pesepak bola Persela Lamongan Riyatno Abiyoso (kanan) saat bertanding pada laga lanjutan BRI Liga 1 di Stadion Madya GBK, Senayan, Jakarta, Ahad (3/10/2021). Arema FC menang atas Persela Lamongan dengan skor 3-0.

Pesepak bola Arema FC Rizky Dwi Febrianto (tengah) berebut bola dengan pesepak bola Persela Lamongan Riyatno Abiyoso (kanan) saat bertanding pada laga lanjutan BRI Liga 1 di Stadion Madya GBK, Senayan, Jakarta, Ahad (3/10/2021). Arema FC menang atas Persela Lamongan dengan skor 3-0.

Foto: Antara/Dhemas Reviyanto
Ini menjadi tanda bahwa denyut gelaran olahraga sudah mulai hidup kembali. 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa kegiatan olahraga level nasional seperti Liga 1, Liga 2, Indonesian Basketball League, hingga Pekan Olahraga Nasional (PON) sudah mulai berjalan. Ini menjadi tanda bahwa denyut gelaran olahraga sudah mulai hidup kembali. 

Penyebaran kasus Covid-19 yang terus menurun di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir menjadikan ajang olahraga cenderung lebih aman dibandingkan sebelumnya. Seiring dengan bermunculannnya serangkai event yang digelar, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Zainudin Amali menyebut berbagai cabang olahraga lain sudah mengantre untuk mengajukan izin penyelenggaraan. 

Zainudin mengatakan, Kemenpora sudah mendapat pengajuan rekomendasi dari beberapa cabang olahraga yang hendak menghelat kompetisi masing-masing dalam waktu dekat. 

"Memang kegiatan-kegiatan olahraga bukan hanya PON. Ini harus bisa menyesuaikan situasi pandemi. Itu tantangannya. (Sudah) ada beberapa (cabang olahraga) yang memohonkan rekomendasi, karena sekarang pihak kepolisian yang punya wewenang izin keramaian selalu minta rekomendasi dari pihak terkait," kata Zainudin dalam diskusi virtual bertajuk 'Kesiapan PON XX Papua, Terapkan Protokol Kesehatan' di YouTube FMB 9, Selasa (5/10). 

Setelah mendapatkan ajuan rekomendasi dari pihak terkait, Zainudin menyampaikan pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan otoritas kesehatan. 

Zainudin berpendapat, pelaksanaan kegiatan olahraga harus menyesuaikan kondisi kesehatan dan keamanan secara menyeleuruh. Menurutnya, publik belum bisa menyatakan diri bebas dari pandemi Covid-19 dan perlu menerapkan protokol kesehatan di setiap aktivitas sehari-hari. 

"Saya rapatkan dengan teman-teman BNPB (dan Kementerian) Kesehatan. Kita lihat betul bagaimana penyelenggara itu menerapkan prokes dan penyelenggaraan kegiatannya. Jadi itu tantangannya," ujarnya.

Setelah menerapkan protokol kesehatan yang ketat selama acara, Zainudin berpendapat bahwa panitia, peserta, dan penonton lambat laun akan terbiasa mengaplikasikannya. Sebab, hal tersebut merupakan salah satu bagian dari adaptasi kehidupan di masa wabah penyakit.  

Karena itu, ia memproyeksikan protokol kesehatan menjadi salah satu poin penting bagi penyelenggara kegiatan olahraga yang hendak mengajukan rekomendasi dan izin acara.

"Dulu yang penting hanya izin keramaian dari kepolisian dan panitia bisa jelaskan bisa menjaga tidak gaduh, selesai. Tapi sekarang ditambah dengan harus lolos dari penerapan prokesnya. Tapi saya kira lama-lama kita terbiasa dengan kegiatan ini," ucapnya. 

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile