Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

Sunday, 6 Rabiul Awwal 1444 / 02 October 2022

 

6 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Organisasi Muslim India Menentang Larangan Sholat di Ruang Terbuka

Kamis 16 Dec 2021 09:28 WIB

Rep: Kiki Sakinah/ Red: Ani Nursalikah

Organisasi Muslim India Menentang Larangan Sholat di Ruang Terbuka. Ratusan ribu jamaah Muslim India shalat subuh di Masjid Jami New Delhi, Ahad 27 Maret 2011

Organisasi Muslim India Menentang Larangan Sholat di Ruang Terbuka. Ratusan ribu jamaah Muslim India shalat subuh di Masjid Jami New Delhi, Ahad 27 Maret 2011

Foto: AP
Kelompok sayap kanan India menentang Muslim sholat di tanah milik pemerintah.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Sejumlah organisasi Muslim di India menentang keputusan kepala menteri negara bagian Haryana di utara negara itu yang tidak mengizinkan umat Islam melaksanakan sholat Jumat di ruang terbuka di Gurugram, dekat New Delhi.

 

 

Baca Juga

Organisasi sosial-keagamaan Muslim terbesar di India, Jamiat Ulama-i-Hind, mengatakan sholat adalah hak fundamental umat Islam. Sekretaris organisasi itu, Niaz Farooqui, mengatakan Umat Islam tidak sholat di tempat terbuka karena mereka suka melakukannya.

Namun, menurutnya, mereka terpaksa sholat di tempat terbuka. Karena itulah, menurut dia, merupakan tanggung jawab pemerintah untuk memberi mereka fasilitas sholat di tempat-tempat yang telah ditentukan pemerintah.

 

"Dan pemerintah berlutut di depan mereka yang ingin melawan hukum dan secara paksa merampas hak-hak dasar Muslim. Pemerintah seharusnya tidak tunduk pada orang-orang seperti itu," kata Farooqui, dilansir di Anadolu Agency, Rabu (15/12).

 

Selain kelompok ini, penyelenggara zona Haryana dari Organisasi Mahasiswa Islam India (SIO) Asad Ahmad mengatakan benar-benar kecewa dengan pernyataan Kepala Menteri Haryana Manohar Lal Khattar. Ia sangat menyayangkan karena pemerintah mengalah dari tekanan oleh segelintir kelompok yang seharusnya dipenjara karena mengganggu sholat dan mengkomunalisasi masyarakat.

 

 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile