Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Presiden Maduro akan Mengunjungi Iran

Senin 27 Dec 2021 08:00 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/Fergi/ Red: Teguh Firmansyah

 Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

Foto: AP/Ariana Cubillos
Maduro mengaku telah melakukan percakapan telepon dengan Presiden Iran dua kali.

REPUBLIKA.CO.ID, CARACAS -- Presiden Venezuela Nicolas Maduro akan mengunjungi Iran, untuk menyelesaikan kesepakatan kerja sama kedua negara. Venezuela dan Iran telah memperkuat hubungan mereka sejak tahun lalu.

 

Pemerintah Maduro menerima peralatan vital untuk industri minyak Venezuela dari Iran. Sebagai imbalannya, Iran menerima minyak mentah dan sumber daya utama lainnya dari negara Amerika Selatan itu.  Iran memiliki peran penting bagi peningkatan produksi minyak Venezuela pada 2021.

Baca Juga

"Saya akan segera pergi ke Teheran, untuk kunjungan yang ditawarkan Presiden (Ebrahim) Raisi kepada saya, sehingga kami bertemu secara langsung, untuk mengadakan percakapan dan menandatangani kesepakatan baru, serta mempercepat proses kerja sama," kata Maduro.

Maduro mengatakan, dia telah melakukan percakapan telepon dengan presiden Iran sebanyak dua kali. Maduro menambahkan, mereka telah setuju untuk mengerjakan rencana baru.

Maduro tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang kesepakatan baru tersebut. Selain itu, dia juga tidak memberikan tanggal kunjungan. Pada 2022, Venezuela juga akan mengaktifkan kembali kerja sama dengan negara-negara Arab.

"Mereka mencintai kita di dunia Arab, saya tahu bahwa pemerintah dan rakyat Arab mencintai Venezuela," ujar Maduro.

Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi terhadap Venezuela sejak 2019. Sanksi ini berdampak pada kemampuan Venezuela untuk menjual minyak mentah dan mengimpor bahan bakar, sehingga memperburuk kekurangan bensin di seluruh negeri.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile