Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

11 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Cara Mengatasi Rem Blong

Jumat 21 Jan 2022 09:50 WIB

Rep: Eric Iskandarsjah Z/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi Kecelakaan Lalu Lintas

Ilustrasi Kecelakaan Lalu Lintas

Foto: MgIt03
Pengendara bisa memanfaatkan rem tangan jika terjadi rem blong.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hingga saat ini,kejadian kecelakaan yang disebabkan karena rem blong masih sering terjadi. Korban jiwa yang terenggut pun tak sedikit mengingat kejadian ini biasanya disebabkan oleh kendaraan besar seperti truk atau bus.

Hal ini pun menjadi perhatian Training Director Safety Defensive Consultant (SDCI), Sony Susmana. Ia mengatakan, fatalitas kejadian rem blong sebenarnya bisa ditekan lewat kompetensi yang dimiliki pengemudi.

Baca Juga

"Saat pengemudi menyadari rem kendaraan tak bisa berfungsi, maka pengemudi harus bisa mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Pengemudi bisa mencari cara agar kecepatan kendaraan bisa dikurangi dan mengurangi potensi jumlah korban yang terlibat," kata Sony kepada Republika.co.id pada Jumat (21/1).

Dalam mengurangi kecepatan, lanjut dia, pengemudi bisa memanfaatkan engine break dan rem tangan. Dengan begitu, meski mungkin kendaraan tak bisa berhenti total, tapi setidaknya hal itu bisa mengurangi kecepatan kendaraan dan memperkecil fatalitas kecelakaan.

Selain itu, biasanya kendaraan besar seperti bus atau truk juga dilengkapi dengan exhaust brake dan retarder. Kedua fitur itu pun bisa digunakan pengemudi untuk mengurangi kecepatan kendaraan.

"Selanjutnya, pengemudi juga bisa mengurangi fatalitas dengan mengarahkan kendaraan ke arah yang lebih aman. Artinya, pengemudi harus mencari arah yang paling sedikit berpotensi memakan korban," ucapnya.

Arah yang dianggap paling aman biasanya adalah bagian sisi kiri. Arah ini sangat direkomendasikan apalagi jika pada sisi kiri kendaraan merupakan bagian tepi jalan yang tak ada orang dan hanya ada pohon atau parit.

Mungkin kebijakan ini tetap akan membuat pengemudi terluka. Tapi, setidaknya, tak ada pengguna jalan lain yang terkena benturan kendaraan atau meminimalkan terjadinya korban.

Dia sangat tak menyarankan pengemudi mengarahkan kendaraan ke bagian depan terutama saat berada dalam lampu merah. Karena, hal ini bisa menjadikan pengguna jalan lain yang sedang berhenti di lampu merah jadi korban.

Ia juga tak menyarankan pengemudi mengarahkan kendaraan ke sisi kanan karena hal itu bisa menimbulkan benturan pada kendaraan dari lawan arah.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile