Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

Friday, 15 Jumadil Awwal 1444 / 09 December 2022

15 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Paus Fransiskus Serukan Doa Internasional untuk Krisis Ukraina-Rusia

Ahad 23 Jan 2022 22:16 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Dwi Murdaningsih

Paus Fransiskus.

Paus Fransiskus.

Foto: AP/Andrew Medichini
Ketegangan antara Rusia dan Ukraina dapat mengancam keamanan Eropa

REPUBLIKA.CO.ID, VATIKAN -- Paus Fransiskus pada Ahad (23/1/2022) menyerukan hari internasional doa untuk perdamaian pada 26 Januari. Doa internasional ini bertujuan untuk menghentikan memburuknya krisis di perbatasan Ukraina dan Rusia. 

Paus Fransiskus mengatakan, ketegangan antara Rusia dan Ukraina dapat mengancam keamanan Eropa serta memiliki dampak yang sangat besar. Fransiskus mengumumkan hari doa dan menyerukan dialog untuk meredakan krisis dalam ceramahnya di Lapangan Santo Petrus.

Baca Juga

"Saya prihatin dengan meningkatnya ketegangan yang m akan memberikan pukulan baru bagi perdamaian di Ukraina, dan mengancam keamanan di Eropa dengan dampak yang lebih besar lagi," kata Fransiskus. 

Fransiskus mengimbau semua orang untuk berdoa pada Rabu (26/1/2022) depan agar semua inisiatif politik bertujuan untuk melayani persaudaraan manusia daripada kepentingan partisan. Vatikan tidak memberikan perincian langsung tentang bagaimana paus akan menandai doa internasional tersebut.

"Mereka yang mengejar kepentingannya dengan merugikan orang lain adalah penghinaan terhadap panggilannya sebagai manusia, karena kita semua diciptakan sebagai saudara," kata Fransiskus. 

Diplomat top Amerika Serikat (AS) dan Rusia pada Jumat (21/1/2022) gagal membuat terobosan besar untuk menyelesaikan krisis di Ukraina. Sementara pada Ahad (23/1/2022) Inggris menuduh Rusia berusaha menempatkan pemimpin pro-Rusia di Ukraina.

Pada Jumat, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov. Dalam pertemuan itu, Blinken memperingatkan bahwa Barat akan memberikan tanggapan keras jika Rusia menginvasi Ukraina.

Presiden AS Joe Biden pada Rabu (19/1/2022) memperkirakan Rusia akan mengambil tindakan invasi terhadap Ukraina. Biden kembali menegaskan bahwa, AS akan menjatuhkan sanksi yang sangat berar jika Rusia menyerang Ukraina.
 
"Dugaan saya adalah dia (Presiden Rusia Vladimir Putin) akan bergerak. Dia akan melakukan sesuatu," kata Biden tentang Putin pada konferensi pers.
 
Biden mengatakan, Rusia akan dimintai pertanggungjawaban jika melakukan serangan terhadap Ukraina. Apabila Rusia melakukan serangan skala besar, maka AS akan menjatuhkan sanksi yang membuat Moskow menderita. Namun jika Rusia melakukan "serangan skala kecil", maka AS akan mengambil langkah yang sesuai.
 
"Itu tergantung pada apa yang dilakukan, jika itu adalah serangan kecil maka kami akan mengambil langkah yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan. Tapi akan menjadi bencana bagi Rusia jika mereka menginvasi Ukraina lebih lanjut," kata Biden.
 
 

sumber : reuters
Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile