Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

Wednesday, 30 Zulqaidah 1443 / 29 June 2022

30 Zulqaidah 1443
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Unit Transfusi Darah PMI Cianjur Krisis Stok Darah AB

Ahad 23 Jan 2022 22:23 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Petugas merapikan labu darah dari pendonor. Selama pandemi stok darah PMI Cianjur menipis karena jumlah pendonor berkurang. Ilustrasi.

Petugas merapikan labu darah dari pendonor. Selama pandemi stok darah PMI Cianjur menipis karena jumlah pendonor berkurang. Ilustrasi.

Foto: Republika/Raisan Al Farisi
Selama pandemi stok darah PMI Cianjur menipis karena jumlah pendonor berkurang

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR - Unit Transfusi Darah (UTD) Palang Merah Indonesia (PMI) Cianjur, Jawa Barat mengalami krisis stok darah, khususnya golongan AB. Sedangkan stok darah golongan lainnya hanya cukup untuk kebutuhan beberapa pekan ke depan karena minim pendonor sejak beberapa bulan terakhir.

Wakil Direktur UTD PMI Cianjur Susilawati mengatakan untuk memenuhi kebutuhan darah di rumah sakit, pihaknya mengandalkan pendonor dari keluarga pasien serta mobile unit ke sejumlah titik produktif. "Kami juga bekerja sama dengan berbagai dinas dan instansi di lingkungan Pemkab Cianjur untuk memenuhi kekurangan, terutama golongan darah AB. Sedangkan untuk golongan A, B, dan O masih mencukupi untuk sepekan ke depan," katanya saat dihubungi, Ahad (24/1/2022).

Baca Juga

Ia menjelaskan per Ahad ini, stok darah golongan A ada sebanyak 48 labu, golongan darah B ada 46 labu, dan golongan darah O ada 30 labu. Sedangkan AB hanya tersedia lima labu sehingga peran dan kepedulian warga sangat dibutuhkan untuk mendonorkan darahnya. Bahkan, untuk meningkatkan kepedulian warga PMI Cianjur bekerja sama dengan kelompok pendonor agar kembali rutin menggelar donor darah dan selama pandemi kebutuhan darah setiap bulan tetap sama. Namun jumlah pendonor terus berkurang.

"Kami bersama kelompok pendonor saling membantu untuk menyosialisasikan pentingnya donor darah bagi kesehatan dan dapat membantu sesama untuk menyelamatkan nyawa. Selama ini, tingkat kepedulian warga untuk mendonorkan darahnya masih kurang," jelas Susilawati.

Sekretaris PMI Cianjur Heri Hidayat mengatakan pihaknya akan terus membantu UTD PMI dalam memenuhi kebutuhan stok darah setiap bulan yang mencapai 1.400 labu. Namun selama pandemi stok yang tersedia selalu minim. Banyak warga yang tidak dapat mendonorkan darah karena berbagai alasan.

"Selama ini kita banyak terbantu dari pendonor muda di sekolah tingkat SMA sederajat. Namun selama pandemi sekolah daring sehingga donor darah ke sekolah tidak dapat dilakukan. Seiring masuknya Cianjur dalam PPKM level 1, kami berharap pendonor dapat kembali meningkat," katanya.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile