Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

7 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Tipu Daya Iblis dalam Perkara Thaharah

Senin 31 Jan 2022 07:44 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Muhammad Hafil

Tipu Daya Iblis dalam Perkara Thaharah. Foto:  Berwudhu (ilustrasi)

Tipu Daya Iblis dalam Perkara Thaharah. Foto: Berwudhu (ilustrasi)

Foto: Republika/Thoudy Badai
Iblis melakukan tipu daya termasuk thaharah.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Tipu daya iblis ada beragam cara termasuk kepada Ahli Ibadah dalam ibadahnya, baik saat berwudhu maupun thaharah (bersuci dari hadas dan najis).

Dikutip dari buku Talbis Iblis karya Ibnul Jauzi dengan pentahqiq Syaikh Ali Hasan al-Halabi, Salah satu tipu daya Iblis dalam hal ini adalah talbisnya terkait pakaian yang mereka kenakan tatkala shalat. Anda dapati salah seorang dari mereka mencuci pakaiannya yang suci berkali-kali. Bahkan, pada saat pakaiannya tersentuh seorang muslim pun dia mencucinya. 

Baca Juga

Ada yang mencuci pakaiannya di Sungai Tigris karena menganggap tidak sah jika ia dicuci di rumah. Ada pula yang memasukkan pakaian pribadinya ke dalam sumur, seperti dilakukan orang-orang Yahudi. 

Sungguh para Sahabat tidak pernah berbuat semua itu. Malahan, mereka shalat dengan mengenakan pakaian Persia ketika menaklukkan negeri ini. Mereka juga menggunakan alat dan baju orang-orang Persia. 

Di antara mereka ada yang terjangkit penyakit waswas, sehingga mencuci seluruh bagian pakaiannya hanya karena terkena setetes air. Padahal, tindakan berlebihan itu boleh jadi menyebabkan dia terlambat dalam shalat berjamaah. 

Ada yang meninggalkan shalat berjamaah disebabkan hujan rintik, karena khawatir mengenai pakaiannya. 

Talbis Iblis lainnya terhadap mereka adalah di dalam perkara niat shalat. Di antara mereka ada yang melafalkan niat dengan berucap: “Saya akan melaksanakan shalat ini,” lalu dia mengulanginya sebab mengira niat itu batal. Padahal niat tidaklah akan bisa batal, meski tidak diiringi dengan ucapan. 

Ada lagi yang bertakbir kemudian membatalkannya, kemudian bertakbir lagi lantas membatalkannya kembali, kemudian jika imam telah ruku barulah orang yang terkena penyakit waswas ini bertakbir lalu ruku mengikuti imam. 

Mereka yang terjangkiti penyakit waswas lainnya ada yang sampal bersumpah dalam hati atas nama Allah: “Tidak, saya sudah bertakbir tadi.” Serta di antara mereka ada yang sampai bersumpah di dalam hati atas nama Allah untuk melepaskan hartanya atau menjatuhkan talak. Ini semua merupakan talbis Iblis. 

Syariat Islam adalah syariat yang sangat toleran, penuh dengan kemudahan, pun bebas dari segala penyakit itu. Semua ini tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah ﷺ  maupun para Sahabat beliau. 

 

 

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile