Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

 

7 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Jumlah Kasus Covid-19 Parah di Jepang Meroket

Jumat 04 Feb 2022 08:11 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Kasus pasien Covid-19 parah di Jepang meroket ke angka 1.000 untuk pertama kalinya dalam empat bulan. Ilustrasi.

Kasus pasien Covid-19 parah di Jepang meroket ke angka 1.000 untuk pertama kalinya dalam empat bulan. Ilustrasi.

Foto: AP/Kiichiro Sato
Kasus pasien Covid-19 parah di Jepang meroket ke angka 1.000 untuk pertama kali

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO - Kasus pasien Covid-19 parah di Jepang meroket ke angka 1.000 untuk pertama kalinya dalam empat bulan, menurut data pada Jumat (4/2/2022). Kondisi itu terjadi saat varian Omicron menyebabkan rekor infeksi sekaligus membebani sistem kesehatan.

 

Pasien Covid-19 dengan kondisi serius naik 131 menjadi 1.042 kasus dari hari sebelumnya, kata Kementerian Kesehatan. Angka itu merupakan yang tertinggi sejak September 2021 ketika varian Delta memicu gelombang kelima kasus Covid.

Baca Juga

Jepang, sementara itu, melaporkan 96.748 kasus baru pada Kamis (3/2/2022). Sebagian besar wilayah Jepang yang kini berada di bawah pembatasan Covid-19 berupaya untuk menekan penularan Omicron yang mengganas di kalangan masyarakat, yang kurang dari lima persen populasinya telah disuntik vaksin dosis booster (penguat).

Pemerintah sedang mempertimbangkan perpanjangan pembatasan Covid-19 hingga dua pekan di 13 wilayah termasuk di Ibu Kota Tokyo, seperti dilansir jaringan TV Fuji News Network, Kamis. Tokyo menaikkan status darurat Covid-19 ke level tertinggi pada Kamis.

Pemerintah setempat juga merencanakan standar baru untuk pengajuan status darurat total. Tokyo akan mengajukan penetapan status darurat apabila tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit untuk pasien parah atau tingkat pasien yang membutuhkan oksigen mencapai 30-40 persen dan rata-rata kasus selama tujuh hari menyentuh angka 24.000 orang.

sumber : Reuters
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile