Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

Saturday, 9 Jumadil Awwal 1444 / 03 December 2022

9 Jumadil Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Airlangga: Kasus Covid-19 di Luar Jawa Bali Masih Naik

Ahad 27 Feb 2022 22:39 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Andi Nur Aminah

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Foto: Antara/Novrian Arbi
Di luar Jawa Bali angka reproduksi kasus efektif yang tertinggi adalah di Sulawesi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, kasus konfirmasi harian di luar Jawa dan Bali terpantau masih mengalami kenaikan. Penambahan kasus di luar Jawa dan Bali saat ini berkontribusi 31,7 persen dari kasus nasional atau 183.448.

“Di luar Jawa Bali angka reproduksi kasus efektif yang masih tinggi adalah di Sulawesi 1,19. Disusul di Sumatra 1,17 dan Kalimantan 1,17. Dan tentunya kasus konfirmasi harian di luar Jawa-Bali masih mengalami kenaikan,” kata Airlangga saat konferensi pers usai rapat terbatas evaluasi PPKM bersama Presiden, dikutip pada Senin (28/2).

Baca Juga

Pemerintah pun terus melakukan monitoring berbagai upaya yang dilakukan guna mencegah kenaikan kasus yang lebih tinggi. Sementara itu, rata-rata keterisian tempat tidur rumah sakit atau BOR di luar Jawa Bali sebesar 30 persen, masih di bawah angka nasional yang sebesar 36 persen.

“Perkembangan BOR di rumah sakit di Sumatera Utara dengan kasus aktif sebesar 23.563 BOR masih 35 persen dengan konversi 20 persen, Kaltim kasus aktifnya 19.573 BOR-nya 41 persen (dan) konversi 24 persen, Sulsel kasus aktif 18.954 BOR-nya 29 persen dan konversinya 23 persen,” papar Airlangga.

Pemerintah pun memperkirakan sejumlah provinsi yang masih akan mengalami kenaikan kasus yakni Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Lampung, Kalimantan Timur, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, dan juga Riau. Namun, angka perawatan rumah sakit di daerah tersebut masih di bawah saat gelombang Delta.

“Kemudian beberapa provinsi yang melewati puncak kasus Delta, namun juga puncaknya kelihatan terjadi penurunan yaitu Papua, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, dan Sumatera Selatan,” ujar dia.

 

 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
 
 
 
 
hide ads show ads
desktop mobile