Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

 

11 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Negosiasi dengan Rusia, Ukraina Minta Tiga Hal Ini

Kamis 17 Mar 2022 08:53 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Esthi Maharani

Delegasi Rusia dan Ukraina telah memulai pembicaraan putaran ketiga di Belovezhskaya Pushcha, Belarusia, Senin (7/3/2022).

Delegasi Rusia dan Ukraina telah memulai pembicaraan putaran ketiga di Belovezhskaya Pushcha, Belarusia, Senin (7/3/2022).

Foto: Maxim Guchek/BelTA Pool Photo via AP
Ukraina minta gencatan senjata, penarikan pasukan Rusia dan jaminan keamanan

REPUBLIKA.CO.ID,  LVIV -- Delegasi Ukraina dan Rusia kembali mengadakan pembicaraan melalui video pada Rabu (16/3/2022). Penasihat Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy Mikhailo Podolyak mengatakan Ukraina menuntut gencatan senjata, penarikan pasukan Rusia, dan jaminan keamanan hukum untuk Ukraina dari sejumlah negara.

 

"Ini hanya mungkin terjadi melalui dialog langsung antara Zelenskyy dan Presiden Rusia Vladimir Putin," kata Podolyak di Twitter.

Baca Juga

Seorang pejabat di kantor Zelenskyy mengatakan topik utama yang sedang dibahas adalah apakah pasukan Rusia akan tetap berada di wilayah separatis di Ukraina timur setelah perang dan di mana perbatasan akan berada. Tepat sebelum perang, Rusia mengakui kemerdekaan dua wilayah yang dikendalikan oleh separatis yang didukung Rusia sejak 2014. Rusia juga memperluas perbatasan wilayah tersebut ke wilayah yang dikuasai Ukraina, termasuk Mariupol, kota pelabuhan yang sekarang dikepung.

Pejabat yang berbicara dengan syarat anonim untuk membahas pembicaraan sensitif ini mengatakan, Ukraina bersikeras untuk memasukkan satu atau lebih dari kekuatan nuklir Barat dalam negosiasi. Kiev membutuhkan dukungan itu dalam penandatanganan dokumen yang mengikat secara hukum dengan jaminan keamanan untuk negara itu.

Ukraina juga sudah siap untuk membahas status netral. Rusia telah menuntut agar NATO berjanji untuk tidak pernah mengakui Ukraina ke dalam aliansi atau menempatkan pasukan di sana.

Setelah negosiasi sebelumnya pada Selasa (15/3/2022), Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengatakan status netral untuk Ukraina sedang diskusi secara serius oleh kedua belah pihak. Sementara Zelenskyy mengatakan tuntutan Rusia untuk mengakhiri perang menjadi lebih realistis.

sumber : AP
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile