Selasa 05 Apr 2022 15:22 WIB

Interaksi Tinggi, BIN Kejar Capaian Vaksinasi Covid-19 di Babel

Akselerasi vaksinasi Covid-19 ini sebagai upaya mitigasi penyebaran Covid-19

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Gita Amanda
Badan Intelejen Nasional (BIN) daerah Bangka Belitung (Babel) sedang menggencarkan vaksinasi dosis kedua dan booster di Babel. (ilustrasi).
Foto: Wihdan Hidayat / Republika
Badan Intelejen Nasional (BIN) daerah Bangka Belitung (Babel) sedang menggencarkan vaksinasi dosis kedua dan booster di Babel. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Intelejen Nasional (BIN) daerah Bangka Belitung (Babel) sedang menggencarkan vaksinasi dosis kedua dan booster di daerah tersebut. Kabinda Babel, Imam Santoso menjelaskan bahwa hal tersebut dilakukan mengingat tingginya interaksi antarmasyarakat di bulan Ramadhan saat ini.

"Akselerasi vaksinasi Covid-19 ini sebagai upaya mitigasi penyebaran Covid-19 di tengah peningkatan mobilitas dan interaksi sosial masyarakat selama bulan puasa," kata Kabinda Imam Santoso dalam keterangan, Selasa (5/4/2022).

Baca Juga

Dia mengungkapkan, peningkatan mobilitas dan interaksi sosial masyarakat saat bulan puasa menjadi perhatian serius pemerintah dalam mencegah penyebaran Covid-19. Terlebih, sambung dia, subvarian Omicron BA.2 sudah masuk ke Indonesia. "Sehingga dikhawatirkan akan menjadi faktor terjadinya lonjakan kasus positif," katanya.

Dia mengatakan, dikejarnya capaian vaksinasi di daerah tersebut dilakukan untuk membentuk kekebalan komunal masyarakat. Dia melanjutkan, hal itu juga dilakukan supaya positivity rate Covid-19 yang sudah berhasil diturunkan bisa terus ditahan di bawah lima persen.

Imam mengatakan, positivity rate harus dijaga selalu di bawah lima persen agar pandemi bisa bertransisi menjadi endemi. Dia melanjutkan, saat endemi maka pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bisa ditiadakan.

Kendati, dia mengatakan bahwa percepatan vaksinasi Covid-19 tetap diperlukan untuk menjaga tren penurunan kasus. Sehingga masyarakat dapat beribadah puasa dengan aman dan nyaman serta lebaran bisa berlangsung dengan meriah meski tentu tetap dengan menjaga protokol kesehatan.

Imam mengatakan, meskipun pemerintah mengeluarkan kebijakan pelonggaran aktivitas berkerumun namun masyarakat tetap diimbau agar terus menerapkan protokol kesehatan. Mereka juga diminta proaktif dalam mendukung program percepatan vaksinasi Covid-19.

"Peningkatan mobilitas dan interaksi sosial juga akan memperbesar resiko penyebaran Covid-19, sehingga masyarakat agar tetap menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti program vaksinasi," katanya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
سَيَقُوْلُ الْمُخَلَّفُوْنَ اِذَا انْطَلَقْتُمْ اِلٰى مَغَانِمَ لِتَأْخُذُوْهَا ذَرُوْنَا نَتَّبِعْكُمْ ۚ يُرِيْدُوْنَ اَنْ يُّبَدِّلُوْا كَلٰمَ اللّٰهِ ۗ قُلْ لَّنْ تَتَّبِعُوْنَا كَذٰلِكُمْ قَالَ اللّٰهُ مِنْ قَبْلُ ۖفَسَيَقُوْلُوْنَ بَلْ تَحْسُدُوْنَنَا ۗ بَلْ كَانُوْا لَا يَفْقَهُوْنَ اِلَّا قَلِيْلًا
Apabila kamu berangkat untuk mengambil barang rampasan, orang-orang Badui yang tertinggal itu akan berkata, “Biarkanlah kami mengikuti kamu.” Mereka hendak mengubah janji Allah. Katakanlah, “Kamu sekali-kali tidak (boleh) mengikuti kami. Demikianlah yang telah ditetapkan Allah sejak semula.” Maka mereka akan berkata, “Sebenarnya kamu dengki kepada kami.” Padahal mereka tidak mengerti melainkan sedikit sekali.

(QS. Al-Fath ayat 15)

Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement