Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

Monday, 7 Rabiul Awwal 1444 / 03 October 2022

 

7 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Kasus Covid-19 Terkendali Setelah Berbagai Pelonggaran, Tetapi Jokowi Masih Hati-Hati

Selasa 26 Apr 2022 08:18 WIB

Red: Andri Saubani

Calon penumpang melihat jadwal penerbangan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (26/4/2022). PT Angkasa Pura II selaku pengelola bandara telah menerima permintaan penerbangan tambahan atau Extra Flight sebanyak 720 penerbangan dari sejumlah maskapai selama musim angkutan Lebaran 2022, mulai dari tanggal 25 April hingga 10 Mei 2022.

Calon penumpang melihat jadwal penerbangan di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Selasa (26/4/2022). PT Angkasa Pura II selaku pengelola bandara telah menerima permintaan penerbangan tambahan atau Extra Flight sebanyak 720 penerbangan dari sejumlah maskapai selama musim angkutan Lebaran 2022, mulai dari tanggal 25 April hingga 10 Mei 2022.

Foto: ANTARA/Muhammad Iqbal
Jokowi belum akan mencabut status pandemi dan beralih ke endemi.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Antara, Dian Fath Risalah, Dessy Suciati Saputri

 

Kondisi pandemi Covid-19 di Indonesia saat ini dinilai terkendali meskipun pelonggaran berbegai aktivitas masyarakat sudah diterapkan oleh pemerintah. Pada Senin (25/4/2022), angka kasus konfirmasi harian Covid-19 dilaporkan 'hanya' sebanyak 317 kasus.

Baca Juga

Jumlah kematian harian kemarin juga tercatat di bawah 50 kasus atau tepatnya 33 kasus kematian. Adapun, pasien yang sembuh dari Covid-19, pada Senin tercatat sebanyak 4.664 orang.

"Pelonggaran aktivitas hampir di semua provinsi pada kenyataannya tidak melihat peningkatan kasus secara signifikan," ujar Nadia dalam konferensi pers, di Jakarta, Senin (25/4/2022).

Terkendalinya kasus Covid-19 saat ini membuat pemerintah percaya diri untuk melonggarkan kembali pengetatan kegiatan masyarakat. Bahkan sejak awal Ramadhan, pemerintah memutuskan untuk mengizinkan masyarakat bisa mudik kembali setelah dua tahun tidak melakukan mudik. 

"(kasus) Jauh turun dari saat kita mengalami puncak Omicron sebanyak 61 ribu kasus atau pun juga pada saat kita mengalami varian Delta yang dengan angka kematian yang cukup tinggi," paparnya.

Menurut Nadia, kondisi saat ini sama seperti pada September-Desember 2021, di mana pandemi sudah bisa dikendalikan. Saat ini, angka penularan Covid-19 bisa dipertahankan di bawah satu persen selama kurang lebih 3,5 bulan.

 

Nadia mengatakan, Indonesia patut bersyukur pengendalian Covid-19 di Indonesia terbilang lebih baik dibandingkan negara-negara lainnya, termasuk negara-negara ASEAN.

"Kalau kita lihat Malaysia sendiri masih mencatatkan 4.000 kasus per hari pada 24 April lalu, Singapura 2.000 kasus per hari dan Thailand itu hampir 15 ribu kasus dan Australia itu 33.700 kasus," kata Nadia.

 

Berbicara terpisah, Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satgas Penanganan Covid-19, Sonny Harry B Harmadi, mengidentifikasi setidaknya ada empat hal yang berpotensi menyebabkan terjadinya lonjakan kasus covid-19. Pertama, apabila disiplin protokol kesehatan rendah. Kedua apabila mobilitas masyarakat tinggi. 

"Ketiga apabila cakupan vaksinasinya rendah dan terakhir adalah adanya varian baru," paparnya, Senin.

Sonny pun meminta tetap menegakkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker. Masyarakat juga disarankan melengkapi vaksinasi Covid-19 sebelum mudik. 

Sonny menambahkan pemerintah mengizinkan mudik berdasarkan pada data  dan fakta. Namun, ada sejumlah syarat yang harus dipatuhi masyarakat.

 

"Syarat ini ditetapkan untuk melindungi kita semua. Pertama pemerintah mendorong vaksinasi," kata Sonny.

 

 

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile