Monday, 10 Muharram 1444 / 08 August 2022

Monday, 10 Muharram 1444 / 08 August 2022

10 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Singapura Larang Masuk Ustaz Abudl Somad, Ini Kata Menko PMK Muhadjir Effendy

Kamis 19 May 2022 12:38 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Muhadjir menilai tetangga yang baik perlu didukung dengan komunikasi yang baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menekankan perlunya etika bertetangga yang baik dalam menjalin hubungan antarnegara. Pernyataan itu dikemukakan Muhadjir saat menjawab pertanyaan wartawan terkait sikap Singapura yang menolak Ustadz Abdul Somad masuk ke negaranya karena dinilai mengajarkan ekstremisme.

"Pokoknya begini, hidup bertetangga itu tidak hanya dalam arti rumah ke rumah, antarsesama negara itu juga ada etika, ada tata cara, saling menghormati," kata Muhadjir Effendy di Jakarta, Kamis.

Baca Juga

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu mengatakan hidup bertetangga yang baik perlu didukung dengan komunikasi yang baik."Sebaiknya sama dengan bertetangga lah, mulai dari menjaga lidah, menjaga mulut, menjaga tangan sehingga kita bisa hidup enak, kita bisa bertamu ke tetangga juga enak tidak perlu diusir. Sebaliknya juga begitu, kita menerima tetangga datang juga dengan enak," katanya.

Kementerian Dalam Negeri Singapura, melarang Ustadz Abdul Somad Batubara untuk masuk ke negaranya dengan alasan menyebarkan ajaran ektremis dan perpecahan.Somad bersama enam anggota rombongannya, tiba di Terminal Tanah Merah Singapura dari Batam pada Senin (16/5).Setelah itu Somad bersama rombongannya mengikuti wawancara namun ditolak masuk ke Singapura.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f
 

BERITA LAINNYA

 
hide ads show ads
desktop mobile