Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

Friday, 21 Muharram 1444 / 19 August 2022

 

21 Muharram 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Presiden Polandia: Ukraina Berhak Tentukan Masa Depannya Sendiri

Ahad 22 May 2022 15:45 WIB

Red: Esthi Maharani

Presiden Polandia Andrzej Duda menegaskan hanya Ukraina yang berhak menentukan masa depannya sendiri, dan mendorong rakyat negara itu untuk tidak menyerah terhadap invasi Rusia.

Presiden Polandia Andrzej Duda menegaskan hanya Ukraina yang berhak menentukan masa depannya sendiri, dan mendorong rakyat negara itu untuk tidak menyerah terhadap invasi Rusia.

Foto: AP/Mindaugas Kulbis
Presiden Polandia mendorong rakyat Ukraina tidak menyerah terhadap invasi Rusia

REPUBLIKA.CO.ID, KIEV -- Presiden Polandia Andrzej Duda menegaskan hanya Ukraina yang berhak menentukan masa depannya sendiri, dan mendorong rakyat negara itu untuk tidak menyerah terhadap invasi Rusia.

 

"Suara-suara kekhawatiran telah muncul, yang mengatakan bahwa Ukraina harus menyerah pada tuntutan Putin. Hanya Ukraina yang berhak memutuskan masa depannya," kata Duda, merujuk pada Presiden Rusia Vladimir Putin.

Pernyataan itu disampaikan Duda di hadapan parlemen Ukraina pada Ahad (22/5/2022). Dia menjadi pemimpin asing pertama yang berpidato di depan parlemen Ukraina sejak invasi Rusia pada 24 Februari lalu.

Ukraina telah mengesampingkan kesepakatan damai apa pun yang memungkinkan negara itu menyerahkan wilayahnya kepada Rusia. Kiev juga menolak seruan gencatan senjata yang akan melibatkan pasukan Rusia di wilayah yang telah mereka duduki, dengan mengatakan bahwa itu hanya akan memberi Moskow waktu untuk membangun kembali pasukannya. Duda mendesak komunitas internasional untuk menuntut agar Rusia benar-benar menarik diri dari wilayah Ukraina.

"Jika Ukraina dikorbankan untuk alasan ekonomi atau ambisi politik --bahkan satu sentimeter dari wilayahnya-- itu akan menjadi pukulan besar tidak hanya untuk bangsa Ukraina, tetapi untuk seluruh dunia Barat," kata Duda.

Polandia adalah tempat kelahiran serikat pekerja Solidaritas yang berperan dalam mengakhiri komunisme di Eropa timur. Hubungan negara itu dengan Rusia telah lama dipenuhi ketegangan. Sejak invasi Rusia, Polandia selalu memosisikan dirinya sebagai salah satu sekutu setia Ukraina. Polandia adalah pendukung kuat sanksi keras terhadap Rusia dan vokal mendukung Ukraina untuk menjadi anggota Uni Eropa.

"Saya tidak akan berhenti sampai Ukraina menjadi anggota Uni Eropa," ujar Duda.

sumber : Antara / Reuters
Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile