Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

Tuesday, 1 Rabiul Awwal 1444 / 27 September 2022

 

1 Rabiul Awwal 1444
  • JELANG HUT BHAYANGKARA KE-76,< POLRI MENGADAKAN LOMBA MENEMBAK PATI TNI-POLRI BERSAMA INSAN PERS 10-11 JUNI 2022 DI BRIMOB KELAPA DUA

Gunakanlah Media Sosial Secara Positif dan Bijak

Selasa 07 Jun 2022 11:29 WIB

Red: Gita Amanda

Dosen Universitas BSI melakukan pengabdian masyarakat mengusung tema “Media Digital Tumbuhkan Revolusi Mental Remaja”, dengan peserta anak-anak panti, dari usia siswa SMP sampai SMA.

Dosen Universitas BSI melakukan pengabdian masyarakat mengusung tema “Media Digital Tumbuhkan Revolusi Mental Remaja”, dengan peserta anak-anak panti, dari usia siswa SMP sampai SMA.

Foto: Universitas Bina Sarana Informatika
Maraknya media digital, harus bisa membatasi diri agar tak terjerumus hal negatif

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Revolusi di zaman kemerdekaan merupakan sebuah perjuangan fisik, perang melawan penjajah dan sekutunya, untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

 

Namun saat ini, 70 tahun lebih setelah bangsa kita merdeka, sesungguhnya perjuangan itu belum, dan tidak akan pernah berakhir. Kita semua masih harus melakukan revolusi, namun dalam arti dan perjuangan yang berbeda. Bukan lagi mengangkat senjata, tapi membangun jiwa bangsa.

Baca Juga

Selain itu, juga harus membangun jiwa yang merdeka, mengubah cara pandang, pikiran, sikap, dan perilaku agar berorientasi pada kemajuan dan hal-hal yang modern. Sehingga Indonesia menjadi bangsa yang besar dan mampu berkompetisi dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

Hal ini seperti yang dilakukan oleh dosen Fakultas Teknik dan informatika Universitas BSI (Bina Sarana Informatika) yang melakukan kegiatan Pengabdian Masyarakat (PM) di Panti Asuhan Aisyiyah DKI Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, pada Sabtu (4/6/2022).

Muhammad Rifqi Firdaus selaku ketua pengabdian masyarakat Universitas BSI menjelaskan, kegiatan pengabdian ini mengusung tema “Media Digital Tumbuhkan Revolusi Mental Remaja”, dengan peserta anak-anak panti, dari usia siswa SMP sampai SMA.

Rifqi sapaan akrabnya menjelaskan, tujuan dari kegiatan ini untuk berbagi kepada para remaja panti, agar tahu kondisi terkini. Terutama dengan maraknya media digital, harus bisa membatasi diri agar tidak terlalu terjerumus kedalamnya.

“Selain itu kita juga harus mewujudkan revolusi mental pada remaja salah satunya, perlu ditingkatkannya literasi digital. Sedangkan, literasi digital pada remaja masih lemah,” katanya, dalam sambutannya, Sabtu.

Lanjutnya, tema tersebut dipilih karena maraknya informasi hoaks, cyber bullying, fitnah, ujaran kebencian atau kejahatan (cybercrime) di dunia digital. Hal itu juga karena rendahnya tingkat literasi digital.

“Jadi, prinsip utama literasi digital adalah pemahaman, informas dan perangkat teknologi. Ini yang kami berikan juga,” katanya.

Menurutnya, dengan dilakukannya kegiatan pengabdian ini diharapkan para peserta bisa mendapatkan wawasan dan informasi terkait dengan cara memilah milih informasi di internet.

“Melalui kegiatan pengabdian ini kita mencoba untuk menyosialisasikan kepada peserta agar bisa bijak menggunakan media. Dengan hadirnya internet, media sosial saat ini menjadi tren bagi anak muda, dewasa, hingga orang tua pun banyak yang menggunakan media sosial,” tutupnya.

Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

f

 

 

BERITA LAINNYA

 

 

hide ads show ads
desktop mobile